⌂ Home News Perencana Keuangan Beberkan Strategi Atur Anggaran Usai Libur Iduladha
News

Perencana Keuangan Beberkan Strategi Atur Anggaran Usai Libur Iduladha

Ilustrasi perencana keuangan sedang menghitung anggaran setelah libur Iduladha
Ilustrasi perencana keuangan sedang menghitung anggaran setelah libur Iduladha
A A Text Size16px

Sejumlah perencana keuangan membagikan strategi pengelolaan anggaran bagi masyarakat untuk mengantisipasi pembengkakan pengeluaran setelah libur panjang Iduladha yang berlangsung sejak Rabu (27/5) hingga Minggu (31/5).

Langkah penyesuaian ini penting karena jarak menuju hari gajian berikutnya masih sekitar satu bulan.

Kondisi keuangan yang terkuras akibat liburan memerlukan evaluasi total agar pengeluaran wajib tetap terpenuhi. Finansial yang terbatas memaksa pengetatan pada pos-pos sekunder.

Evaluasi Kas dan Kurangi Pos Hiburan

Tejasari Asad, perencana keuangan dari Tatadana Consulting, menyarankan masyarakat segera mengecek ulang kondisi kas mereka. Pengurangan anggaran pada pos hiburan menjadi opsi rasional untuk menyeimbangkan neraca keuangan.

"Kalau kemarin habis buat liburan, kurangi budget jajan atau senang-senang bulan ini. Jangan lupa tetap nabung dan investasi," ujar Tejasari kepada CNNIndonesia.

com, Jumat (29/5).

Alokasi daging kurban yang diperoleh selama Iduladha juga dapat dimanfaatkan sebagai strategi efisiensi biaya pangan bulanan.

Tejasari menyebut bahan makanan ini bisa diolah secara variatif untuk memperpanjang masa konsumsi keluarga.

"Jadi dibuat masakan yang dicampur dengan bahan lain. Contohnya sambel goreng kentang.

Jadi daging itu bisa jadi makanan banyak, bisa disimpan untuk beberapa kali makan," ujar Tejasari.

Prioritaskan Kewajiban Tetap

Sementara itu, perencana keuangan Andy Nugroho menekankan pentingnya menyusun skala prioritas dengan menempatkan kewajiban tetap di posisi teratas.

Tagihan rutin seperti listrik, air, KPR, cicilan kendaraan, kartu kredit, hingga biaya sekolah anak tidak boleh terabaikan.

"Apapun itu yang bersifat kewajiban buat kita itu harus menjadi prioritas pertama," ujar Andy kepada CNNIndonesia. com.

Pemangkasan anggaran sebaiknya menyasar sektor hiburan atau aktivitas nongkrong yang fleksibel untuk dihentikan sementara waktu.

"With kondisi terbatas, mau enggak mau kita harus mengoptimalkan untuk yang prioritas akhir ini yang kita hemat," ujarnya.

Kendati demikian, Andy mengingatkan agar efisiensi dijalankan secara logis tanpa mengorbankan kesehatan fisik atau membuang waktu secara tidak produktif.

"Misalnya demi berhemat uang transportasi, kita bela-belain jalan kaki ke kantor. Ya hemat sih, cuman kan capek.

Misalnya jaraknya terlalu jauh enggak masuk akal. Artinya tenaga dan waktu kita justru makin banyak kebuang dari situ," kata Andy.

Pemanfaatan stok daging kurban diakui efektif, namun potensi kejenuhan konsumsi menu yang sama tetap perlu diantisipasi.

"Kitanya betah enggak ke depan mengandalkan daging kurban ini? Kuat enggak kita selama beberapa pekan ke depan makannya daging mulu?

Kan ada kemungkinan kejenuhan juga," ujar Andy.

Sebagai langkah preventif jangka panjang, Andy menyarankan penyiapan dana liburan Iduladha berikutnya dicicil sejak dini karena siklusnya yang bersifat tahunan.

"Libur panjang iduladha kan sebenarnya sudah terprediksi ya setahun sekali akan ketahuan tanggalnya dari jauh-jauh hari.

Berarti menyiapkannya dari jauh-jauh hari, bisa mungkin dengan menabung dari sekarang," kata Andy.

Di sisi lain, edukasi dasar mengenai perencanaan keuangan dan metode budgeting berbasis piramida finansial juga diselenggarakan oleh komunitas WoliFriends melalui kegiatan Kulwap Wolipop pada Minggu, 24 Mei 2026 bersama Certified Financial Planner Harryka Joddy P.

untuk membantu masyarakat memahami pengelolaan aset dari nol.

About the Author
📰 Latest Updates