⌂ Home News Kementan Pastikan Stok Beras 28 Juta Ton, Aman Hadapi El Nino
News

Kementan Pastikan Stok Beras 28 Juta Ton, Aman Hadapi El Nino

Stok beras di gudang Bulog untuk cadangan pangan nasional
Stok beras di gudang Bulog untuk cadangan pangan nasional
A A Text Size16px

Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan stok beras nasional dalam posisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Cadangan tersebut diperkirakan cukup hingga 11 bulan ke depan.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyampaikan kepastian itu di Jakarta pada Minggu (31/5/2026). Ia merinci total cadangan pangan pokok Indonesia saat ini mencapai 28 juta ton.

Cadangan beras kita, baik yang tersimpan di Bulog, yang masih standing crop dan segera dipanen, maupun yang beredar di masyarakat, totalnya sekitar 28 juta ton,” kata Sudaryono.

Jumlah tersebut bersumber dari tanaman siap panen hingga komoditas yang sudah tersalurkan di tengah masyarakat. Pemerintah menilai pasokan ini mampu mengeliminasi kekhawatiran domestik menghadapi dampak El Nino.

Fenomena iklim El Nino diprediksi bergulir selama enam bulan ke depan, dengan puncak dampak pada Agustus. Meski demikian, Sudaryono optimistis cadangan pangan mencukupi.

“Katakanlah El Nino berlangsung sampai enam bulan sekalipun, cadangan pangan kita masih cukup untuk menghadapi skenario yang paling berat,” tuturnya.

Mitigasi dan Perluasan Tanam

Pemerintah juga menyiapkan langkah mitigasi melalui infrastruktur air. Revitalisasi jaringan irigasi, perbaikan sarana pengairan, pengeboran air tanah, dan program pompanisasi terus dilakukan.

Hampir 100 ribu unit pompa air telah didistribusikan ke berbagai wilayah sejak 2024. Langkah ini bertujuan memelihara produktivitas lahan pertanian selama musim kering.

“Yang kita panen adalah hasil dari yang kita tanam. Kunci pertanian itu sederhana, kalau ingin panennya lebih banyak maka tanamnya harus lebih banyak,” ujar Sudaryono.

Penyediaan sarana produksi dari hulu ke hilir menjadi prioritas untuk menggenjot perluasan area tanam.

Otoritas terkait fokus mengamankan pasokan air irigasi, benih, pupuk, subsidi, serta alat dan mesin pertanian.

“Karena itu pemerintah memastikan seluruh kebutuhan produksi dipenuhi agar petani bisa meningkatkan luas tanam dan produktivitasnya,” pungkas Sudaryono.

About the Author
📰 Latest Updates