⌂ Home News AS Siap Gunakan Opsi Militer Jika Diplomasi Nuklir Iran Gagal
News

AS Siap Gunakan Opsi Militer Jika Diplomasi Nuklir Iran Gagal

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth berbicara di forum Shangri-La Dialogue
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth berbicara di forum Shangri-La Dialogue
A A Text Size16px

Pemerintah Amerika Serikat menyatakan kesiapan persenjataan militer untuk kembali berkonfrontasi dengan Iran jika jalur diplomasi terkait program nuklir Teheran gagal.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dalam forum Shangri-La Dialogue di Singapura pada Sabtu (30/5/2026).

Langkah ini diambil di tengah upaya negosiasi antara Washington dan Teheran yang masih menyelaraskan perbedaan besar demi mencapai kesepakatan.

Presiden Donald Trump dilaporkan tetap mengedepankan diplomasi yang sabar guna memastikan Iran tidak memiliki akses terhadap senjata nuklir.

"Presiden sangat sabar. Ia hanya akan menerima kesepakatan yang hebat.

Bukan sembarang kesepakatan, melainkan kesepakatan yang benar-benar hebat," kata Hegseth.

Hegseth menambahkan bahwa Washington memikul tanggung jawab global untuk mencegah kepemilikan senjata nuklir oleh Iran.

AS mengklaim memiliki cadangan amunisi yang melimpah untuk memenuhi target tersebut. "Kami sepenuhnya mampu memulai kembali permusuhan jika perlu," tegas Hegseth.

Ia juga menepis anggapan bahwa ketegangan di Timur Tengah bakal mengganggu fokus keamanan AS di Asia-Pasifik. "Kita bisa melakukan dua hal sekaligus," cetusnya.

Anggaran Pertahanan Jumbo dan Tuntutan ke Sekutu

Pemerintahan Trump mengalokasikan anggaran pertahanan senilai 1,5 triliun dolar AS tahun ini yang memobilisasi seluruh produksi nasional.

AS kini menuntut para sekutu di Asia untuk mendongkrak belanja militer hingga 3,5 persen dari PDB. "Era pendanaan pertahanan negara-negara kaya oleh AS telah berakhir," tegas Hegseth.

Washington membutuhkan mitra strategis yang siap berbagi risiko dan tanggung jawab secara adil, bukan sekadar wilayah yang dilindungi.

"Kita membutuhkan mitra, bukan wilayah yang dilindungi. Tidak ada yang namanya keuntungan cuma-cuma," kata Hegseth.

Pemerintahan Trump menempatkan Asia sebagai kawasan prioritas utama. AS akan mendahulukan kerja sama pertahanan, percepatan penjualan senjata, dan pertukaran intelijen dengan sekutu yang berkontribusi aktif.

About the Author
📰 Latest Updates