Seorang guru berinisial IP (43) ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kosnya di Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, pada Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Jasad korban sudah dalam kondisi membusuk.
Penemuan mayat bermula dari kecurigaan penghuni kos lain yang tidak melihat korban keluar kamar sejak pagi. Setelah berkoordinasi dengan pemilik kos, kamar korban diperiksa menggunakan senter.
Korban ditemukan terbujur kaku di atas kasur dengan wajah yang mulai gelap.
Informasi mengenai kejadian ini sempat beredar di media sosial Facebook dan grup WhatsApp.
Unggahan tersebut menarasikan adanya peristiwa bunuh diri di Pekunden, Semarang Tengah, tepat di belakang KFC Pandanaran.
Pihak kepolisian segera memberikan konfirmasi.
Kapolsek Semarang Tengah, Kompol Sugito, menyatakan bahwa korban berinisial IP (43), laki-laki asal Kabupaten Semarang, bekerja sebagai guru.
Ia ditemukan oleh sesama penghuni kos.
Pihak kepolisian memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar satu hingga dua hari sebelum ditemukan. Berdasarkan pemeriksaan awal tim Inafis Polrestabes Semarang, tidak terdapat tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.
Korban diketahui memiliki riwayat penyakit mag.
"Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan jenazah akan dimakamkan oleh keluarga," terang Kompol Sugito.
Saksi di lokasi kejadian langsung melaporkan kondisi korban yang sudah tidak bernyawa dengan kondisi fisik yang mulai mengalami perubahan warna pada bagian wajah.
"Saksi kemudian mengecek kamar korban menggunakan senter. Saat dicek, korban ditemukan dalam kondisi terbujur di atas kasur, bagian muka berwarna gelap," papar Kompol Sugito.
Kepolisian menegaskan bahwa proses pemeriksaan fisik luar tetap dilakukan secara prosedural.
"Dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, korban sudah mulai membusuk," papar Kompol Sugito.
Jasad pria asal Kabupaten Semarang tersebut saat ini telah dievakuasi ke RS Kariadi Semarang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Korban diperkirakan sudah meninggal sejak 1-2 hari sebelum ditemukan, penyebab kematian belum diketahui," papar Kompol Sugito.
