⌂ Home News 8 Cara Menyimpan Daging Kurban agar Aman dan Tahan Lama
News

8 Cara Menyimpan Daging Kurban agar Aman dan Tahan Lama

Cara menyimpan daging kurban di kulkas dengan wadah tertutup
Cara menyimpan daging kurban di kulkas dengan wadah tertutup
A A Text Size16px

Hari Raya Idul Adha identik dengan melimpahnya daging kurban. Agar kualitas dan kesegarannya terjaga, penyimpanan harus dilakukan dengan metode yang tepat.

Berikut delapan langkah yang bisa Anda ikuti.

Langkah-Langkah Penyimpanan Daging Kurban

Segera tangani daging dan jangan biarkan di suhu ruang lebih dari 2 jam. Semakin lama daging berada di suhu ruang, semakin besar peluang bakteri berkembang biak.

Pisahkan daging dan jeroan dalam wadah berbeda.

Jeroan hijau seperti usus dan babat memiliki risiko kontaminasi lebih tinggi, sehingga disarankan untuk direbus terlebih dahulu sebelum disimpan.

Keringkan daging dengan tisu dapur. Jika daging dalam kondisi bersih dan kering, tidak perlu dicuci.

Namun, bila terkena tanah atau kotoran, bersihkan dengan air mengalir lalu keringkan.

Cuci tangan selama minimal 20 detik sebelum dan sesudah menyentuh daging mentah. Gunakan talenan dan pisau terpisah untuk daging mentah dan makanan matang guna mencegah kontaminasi silang.

Masukkan daging ke dalam wadah tertutup yang aman (food grade). Wadah bersih dan tertutup rapat mencegah kontaminasi bakteri serta menjaga cairan daging tidak menetes.

Bagi daging ke dalam porsi sekali masak. Hindari menyimpan dalam bongkahan besar karena proses mencairkan berulang kali meningkatkan risiko kontaminasi.

Beri label tanggal penyimpanan pada wadah. Terapkan prinsip FIFO (First In First Out) agar stok daging yang lebih lama digunakan terlebih dahulu.

Atur suhu penyimpanan di chiller atau freezer. Untuk konsumsi 1-2 hari, simpan di chiller suhu 4°C.

Untuk jangka panjang, simpan di freezer suhu -18°C untuk memperlambat pertumbuhan bakteri.

About the Author
📰 Latest Updates