Tim nasional Kanada mencatat kemenangan bersejarah dengan menghancurkan Qatar 6-0 pada laga fase grup Piala Dunia 2026 di BC Place, Vancouver, Jumat (19/6/2026).
Namun, kemenangan ini diwarnai insiden serius. Gelandang Kanada, Ismael Kone, mengalami patah kaki kiri setelah ditekel keras pemain Qatar, Assim Madibo.
>>> Tiket Konser Tambahan BTS di Jakarta Mulai Dijual Siang Ini
Madibo langsung mendapat kartu merah pada menit ke-57. Sebelumnya, Qatar sudah bermain dengan 10 orang setelah Homam Ahmed diusir wasit di babak pertama.
Kanada tampil dominan dengan melepaskan 10 tembakan tepat sasaran, sementara Qatar tidak mampu mencatatkan satu pun tembakan ke gawang.
Pelatih Kanada Puji Karakter Tim
Pelatih Kanada, Jesse Marsch, mengungkapkan bahwa Kone sempat melambaikan tangan kepada penonton saat dievakuasi menggunakan tandu.
"Anda melihat dia melambaikan tangan ke penonton dan hampir membuat semua orang tenang," ujar Marsch.
Marsch menambahkan bahwa kejadian ini menunjukkan karakter luar biasa dari timnya. "Ini adalah pernyataan tentang Ismael, tetapi juga tim yang luar biasa.
Saya telah memberi tahu orang-orang selama bertahun-tahun tentang karakter kelompok ini," katanya.
Meskipun terpukul, para pemain Kanada bangkit dan menambah tiga gol lagi.
Nathan Saliba, yang menggantikan Kone, mencetak gol keempat melalui tendangan bebas dari jarak 20 yard pada menit ke-64.
"Dia akan kembali lebih kuat dari sebelumnya dan akan terus memiliki karier yang hebat," ucap Marsch tentang Kone.
Marsch menegaskan di pinggir lapangan bahwa Kone pasti menginginkan tim menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan.
>>> Ducati dan Aprilia Bersaing Ketat Jelang MotoGP Ceko 2026
"Saya berkata saat jeda minum bahwa dia ingin kami menyelesaikan pertandingan ini - dan itulah yang dilakukan para pemain," pungkasnya.
Permintaan Maaf Madibo
Setelah pertandingan, Madibo dilaporkan mendatangi ruang ganti Kanada untuk meminta maaf atas tekel keras tersebut. "Dia datang ke ruang ganti untuk meminta maaf," tambah Marsch.
Marsch mengaku tidak menyalahkan Madibo, tetapi mempertanyakan sikap staf di bangku cadangan Qatar.
"Saya tidak berpikir dia bermaksud melakukan tekel yang mengerikan itu, saya tidak menyalahkannya, tetapi saya tidak mengerti reaksi dari bangku cadangan mereka," lanjutnya.
Marsch menilai kekompakan timnya dalam menghadapi situasi sulit ini sebagai bukti eratnya hubungan antarpemain. "Anda bisa melihat persaudaraan itu," imbuhnya.
Ia menyebut kebersamaan skuad Kanada sudah terjalin kuat sejak ia menjabat.
"Ini adalah salah satu hal pertama yang saya perhatikan ketika mengambil peran ini, betapa dekatnya mereka dan betapa terhubungnya mereka," sebut Marsch.
Dalam momen emosional ini, Marsch menilai para pemain saling menguatkan. "Di saat seperti ini, saya pikir mereka tidak terlalu membutuhkan saya, mereka saling memiliki.
Keluarga mereka ada di sini dan kami akan mengadakan barbekyu keluarga besok dan kami akan menikmatinya dan dia (Kone) akan ada di pikiran kami," katanya.