⌂ Beranda News TikTok Ungkap 460 Juta Pengguna di Asia Tenggara, Rata-rata Buka Aplikasi 15 Kali Sehari

TikTok Ungkap 460 Juta Pengguna di Asia Tenggara, Rata-rata Buka Aplikasi 15 Kali Sehari

TikTok Ungkap 460 Juta Pengguna di Asia Tenggara, Rata-rata Buka Aplikasi 15 Kali Sehari
Ilustrasi TikTok dengan pengguna di Asia Tenggara
A A Ukuran Teks16px

TikTok mengumumkan data terbaru jangkauan pasar di Asia Tenggara. Platform video pendek ini mengklaim telah memiliki lebih dari 460 juta pengguna aktif di kawasan tersebut.

Jumlah itu setara dengan sekitar 81 persen dari total pengguna internet mobile di Asia Tenggara.

>>> Turki Hadapi Paraguay pada Laga Krusial Piala Dunia 2026 di AS

Angka penetrasi yang tinggi menempatkan TikTok sebagai salah satu platform dengan basis pengguna terbesar.

Head of Business Marketing APAC TikTok, Ng Chew Wee, menyampaikan data ini dalam acara TikTok Apps Summit 2026 di Singapura.

Menurutnya, pencapaian tersebut menandakan platformnya telah diakses hampir semua pengguna internet di kawasan terkait.

"Kami telah mencapai sekitar 81 persen pengguna internet mobile di Asia Tenggara. Ketika Anda sudah mencapai angka 80 persen, secara praktis hampir semua orang ada di TikTok," ujarnya.

Selain jumlah pengguna, data internal menunjukkan tingginya keterikatan masyarakat. Rata-rata pengguna di Asia Tenggara tercatat membuka aplikasi TikTok hingga 15 kali dalam sehari.

"Pengguna di Asia Tenggara datang ke TikTok berkali-kali dalam sehari. Rata-rata mereka membuka aplikasi sekitar 15 kali setiap hari," kata Ng Chew Wee.

>>> AS Hadapi Australia di Laga Kedua Grup D Piala Dunia 2026

Kebiasaan ini mengubah peran platform.

TikTok kini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga ruang bagi kreator, pengembang aplikasi, pelaku usaha, dan pengiklan untuk memperluas jaringan bisnis.

Laporan performa juga memetakan pola waktu operasional pengguna. Aktivitas menonton video berjalan konstan sepanjang hari, namun lonjakan signifikan terjadi pada sore hingga malam hari.

Periode waktu utama atau prime time di Asia Tenggara berlangsung antara pukul 17.00 hingga 22.00 waktu setempat.

Puncak kepadatan trafik data tercatat pada pukul 20.00 malam.

Lonjakan pada jam 8 malam terjadi seiring selesainya aktivitas harian masyarakat. Statistik ini menjadi acuan waktu paling efektif bagi pengiklan dan kreator konten untuk mengunggah materi.

>>> Bank Raya Gelar Lelang Raya Poin untuk Dongkrak Transaksi Digital

Kurva penayangan video menunjukkan kenaikan bertahap sejak pagi dan stabil pada siang hari. Angka tersebut meroket menjelang malam sebelum menurun selepas pukul 22.00.

Fokus Perhatian Menjadi Komoditas Utama

TikTok menyoroti pentingnya aspek perhatian dalam ekosistem ekonomi digital.

Perusahaan memanfaatkan hasil riset Kantar Media Reactions 2025 yang menobatkan TikTok sebagai platform nomor satu untuk kategori perhatian pengguna.

Ng Chew Wee menilai daya tangkap visual menjadi aset krusial di tengah persaingan jutaan aplikasi mobile.

Kehadiran teknologi kecerdasan buatan (AI) mempermudah produksi aplikasi, namun membuat perhatian audiens semakin terfragmentasi.

Melimpahnya opsi konten mengubah indikator kesuksesan platform digital.

>>> IHSG Berfluktuasi Tajam ke 6.154, Saham ZONE Justru Melejit ARA

TikTok memandang parameter keberhasilan kini tidak lagi bertumpu pada kuantitas unduhan, melainkan pada tingkat interaksi dan intensitas pengguna kembali mengakses aplikasi.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru