⌂ Beranda News Mengenal Fitur Keselamatan Aktif Forward Collision Mitigation dari Mitsubishi

Mengenal Fitur Keselamatan Aktif Forward Collision Mitigation dari Mitsubishi

Mengenal Fitur Keselamatan Aktif Forward Collision Mitigation dari Mitsubishi
Ilustrasi fitur Forward Collision Mitigation pada mobil Mitsubishi
A A Ukuran Teks16px

Produsen otomotif terus menghadirkan teknologi keselamatan berkendara yang canggih. Salah satunya adalah fitur keselamatan aktif Forward Collision Mitigation (FCM) dari Mitsubishi.

FCM dirancang untuk membantu pengemudi mengurangi risiko tabrakan dari arah depan. Sistem ini mendeteksi potensi benturan dengan kendaraan atau objek lain di depan mobil.

>>> Turki Hadapi Paraguay pada Laga Krusial Piala Dunia 2026 di AS

Teknologi ini memanfaatkan kombinasi sensor radar dan kamera yang dipasang di area depan kendaraan. Sensor bekerja secara real-time untuk memantau kondisi jalan dan pergerakan objek.

Ketika sistem mendeteksi risiko, FCM memberikan peringatan dini. Peringatan visual muncul melalui panel instrumen, disertai peringatan suara agar pengemudi segera mengambil tindakan.

Jika pengemudi tidak merespons, sistem akan mengaktifkan rem secara otomatis. Daya pengereman disesuaikan dengan tingkat risiko untuk mengurangi kecepatan atau menghentikan laju mobil.

Meskipun benturan tidak selalu dapat dihindari sepenuhnya, FCM tetap bekerja optimal. Fitur ini meminimalkan tingkat keparahan tabrakan dengan mereduksi kecepatan sesaat sebelum benturan.

>>> AS Hadapi Australia di Laga Kedua Grup D Piala Dunia 2026

Model dan Keterbatasan FCM

Mitsubishi menyematkan FCM pada sejumlah lini kendaraan penumpangnya. Fitur ini menjadi bagian dari sistem keselamatan terpadu Diamond Sense atau sebagai fitur mandiri.

Beberapa model yang mengadopsi FCM antara lain Pajero Sport Dakar Ultimate, Xpander Ultimate, Xpander Cross, Xforce, dan Destinator.

Teknologi ini membantu pengemudi dalam lalu lintas padat, area perkotaan, atau saat kelelahan.

>>> Bank Raya Gelar Lelang Raya Poin untuk Dongkrak Transaksi Digital

Namun, FCM memiliki batasan operasional. Sistem pengereman otomatis bekerja optimal pada rentang kecepatan tertentu yang bervariasi per model.

Kinerja sensor radar dan kamera dapat terganggu oleh cuaca buruk seperti hujan deras dan kabut tebal. Permukaan sensor yang kotor juga bisa mengganggu deteksi.

Sistem ini juga terbatas dalam mengenali objek berukuran sangat kecil, benda diam sepenuhnya, atau target dengan pola gerakan tidak biasa.

Oleh karena itu, FCM tidak menggantikan peran pengemudi.

>>> IHSG Berfluktuasi Tajam ke 6.154, Saham ZONE Justru Melejit ARA

Pengguna mobil tetap wajib menjaga jarak aman, berkonsentrasi penuh, dan memegang kendali kendaraan dengan baik selama perjalanan.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru