Tim nasional sepak bola putra Kanada bersiap menghadapi Qatar dalam pertandingan kedua Grup B Piala Dunia di Stadion BC Place, Vancouver, pada Kamis, 18 Juni 2026.
Laga ini menjadi momentum bagi Kanada untuk memburu kemenangan perdana dalam sejarah keikutsertaan mereka di turnamen tersebut.
>>> SAP Akuisisi Saham Minoritas n8n Senilai 5,2 Miliar Dolar AS
Kanada dan Qatar saat ini sama-sama mengantongi satu poin di Grup B setelah meraih hasil imbang 1-1 pada laga pembuka.
Kanada menahan Bosnia-Herzegovina, sedangkan Qatar mengimbangi Swiss.
Alphonso Davies Siap Tampil
Pelatih kepala Kanada, Jesse Marsch, mengonfirmasi bahwa kapten tim Alphonso Davies dipastikan bisa diturunkan setelah sebelumnya absen di laga pertama akibat cedera hamstring.
“He’ll be available tomorrow, and we’ll see how the match goes, and then make a decision on how we would choose to use (him),” kata Marsch.
Kembalinya Davies menjadi angin segar di tengah absennya bek tengah Alfie Jones yang mengalami cedera otot saat pemulihan engkel.
Marsch juga memberikan pembelaan terhadap penyerang Jonathan David yang mendapat kritik karena belum mencetak gol dari permainan terbuka untuk Kanada sejak September lalu.
“Jonathan has scored a heck of a lot of goals, right?
I know that there's been some criticism of him … (But) he still scores goals for us and sets up plays and I think he leads the,” ucap Marsch.
Pemain Yakin Raih Hasil Maksimal
Gelandang timnas Kanada, Niko Sigur, menyatakan bahwa timnya perlu bermain dengan penuh percaya diri dan sedikit keangkuhan untuk bisa mengamankan hasil maksimal.
“I don’t think it’s always a bad thing to play with arrogance,” ujar Sigur.
>>> Kemensos Sediakan Layanan Cek Desil Bansos DTKS Secara Online
Sigur menilai kekompakan antara pemain starter dan pemain pengganti akan menjadi modal kuat untuk menyulitkan Qatar.
Ia juga mengingatkan bahwa Qatar tidak boleh diremehkan karena mereka mampu menjaga fokus sepanjang 90 menit saat menahan imbang Swiss.
Pemain tengah Kanada lainnya, Stephen Eustáquio, menegaskan bahwa timnya memiliki semua kelengkapan taktik dan individu yang dibutuhkan untuk memenangkan pertandingan.
“We know we have the weapons,” ujar Eustáquio.
Ia mengharapkan awal pertandingan yang agresif demi memanfaatkan dukungan penuh dari suporter tuan rumah di stadion nanti.
Bek timnas Kanada, Richie Laryea, menjelaskan bahwa alih-alih menganggap atmosfer sebagai tekanan, para pemain merasa sangat siap bertanding.
“You could use the word ‘pressure,’” ujar Laryea.
“I think we could use the word ‘ready.’”
Laryea juga menegaskan komitmen kolektif di dalam ruang ganti untuk menjadikan Kanada sebagai negara sepak bola yang diperhitungkan melalui momentum Piala Dunia ini.