PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) resmi mengajukan proposal final pencatatan saham di Bursa Hong Kong. Langkah ini dilakukan melalui mekanisme Global Offering Hong Kong Depositary Receipts (HDR).
Emiten berkode EMAS tersebut berencana menawarkan sebanyak 89,67 juta HDR. Harga penawaran maksimal ditetapkan sebesar HK$26,6 per HDR.
>>> Kemenkeu Perkuat Akses Pembiayaan dengan Tiongkok Lewat Panda Bond
Jika seluruh HDR terserap pada harga tertinggi, total nilai transaksi mencapai HK$2,38 miliar. Jumlah tersebut setara dengan lebih dari Rp5 triliun.
Penawaran HDR oleh Pemegang Saham Lama
Seluruh HDR yang dilepas merupakan saham milik pemegang saham lama atau selling shareholders. Aksi ini tidak melibatkan penerbitan saham baru dari internal perusahaan.
Manajemen EMAS menegaskan bahwa korporasi tidak akan menerima dana segar dari transaksi ini. Hasil bersih seluruhnya akan diterima oleh para pemegang saham penjual.
>>> Argentina Hajar Aljazair 3-0 di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Pemegang saham yang ikut serta antara lain Alexander Ramlie dan entitas afiliasi Grup Merdeka. Komisaris EMAS Winato Kartono menjual 76,34 juta saham dasar.
Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), Hardi Wijaya Liong, juga melepas 32,72 juta saham.
>>> Rismon Sianipar Serahkan Buku Otentikasi Ijazah kepada Jokowi
Entitas investasi seperti Continuum SPC, PT Nugraha Eka Kencana, dan PT Unitras Kapital Indonesia turut berpartisipasi.
Ketiga perusahaan tersebut terafiliasi dengan Edwin Soeryadjaya, Presiden Komisaris MDKA.
Biaya pencatatan di Bursa Hong Kong ditanggung penuh oleh pemegang saham penjual.
>>> Umat Hindu Rayakan Hari Galungan 2026 di Palangka Raya
Total biaya diproyeksikan mencapai US$9,5 juta untuk komisi penjamin emisi, sponsor, jasa hukum, dan biaya administrasi.
