Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 43 juta murid di seluruh Indonesia.
Jumlah tersebut setara dengan 80,7 persen dari total 53 juta siswa nasional. Capaian itu disampaikan usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta.
>>> 100 Nama Bayi Perempuan Cantik dengan Nuansa Timur Tengah
Abdul Mu’ti menegaskan data persentase tersebut merujuk pada jumlah penerima manfaat. Pernyataan ini sekaligus meluruskan informasi keliru yang sempat beredar di masyarakat.
Program MBG dirancang untuk mendukung penguatan karakter melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Salah satu fokusnya adalah membiasakan konsumsi makanan sehat dan bergizi di lingkungan sekolah.
>>> Rupiah Stagnan di Rp17.712 per Dolar AS Jelang Keputusan Bank Sentral
Berdasarkan pantauan lapangan, sebagian besar murid berharap program ini terus berlanjut. Pemerintah telah menyiapkan modul pendukung untuk memastikan pelaksanaan jangka panjang berjalan optimal.
Dampak Positif dan Proyek Sekolah Nasional Terintegrasi
Menteri Abdul Mu’ti menyebut sejumlah penelitian, termasuk dari Labsosio Universitas Indonesia, menunjukkan MBG berdampak positif pada motivasi belajar, kehadiran, dan capaian akademik murid.
Selain membahas nutrisi, ia juga melaporkan progres proyek Sekolah Nasional Terintegrasi kepada Presiden. Proyek ini merupakan fasilitas pendidikan unggulan nonasrama dengan standar layanan terpadu.
>>> BGN Hentikan Sementara Program Makan Bergizi Gratis Selama Libur Sekolah
Kemendikdasmen berencana membangun 100 sekolah nasional terintegrasi. Sebanyak 36 usulan sekolah telah terseleksi dan akan mulai dibangun tahun ini.
Tahap awal, lima sekolah akan segera beroperasi dengan memanfaatkan gedung Unit Pelaksana Teknis milik kementerian di daerah.
>>> Studi Oulu University: Lip Tie Tak Ganggu Menyusui, Operasi Tak Perlu
Selanjutnya, pemerintah akan mendirikan satu sekolah di Ibu Kota Nusantara dan sembilan sekolah baru di wilayah yang ditentukan.