⌂ Beranda News Starbucks Korea Tutup Seluruh Gerai Lebih Awal untuk Pelatihan Sejarah
News

Starbucks Korea Tutup Seluruh Gerai Lebih Awal untuk Pelatihan Sejarah

Gerai Starbucks di Korea Selatan tutup untuk pelatihan sejarah
Gerai Starbucks di Korea Selatan tutup untuk pelatihan sejarah
A A Ukuran Teks16px

Seluruh gerai Starbucks di Korea Selatan akan menghentikan operasional lebih awal pada Senin, 22 Juni 2026.

Penutupan mulai pukul 15.00 waktu setempat untuk menggelar pelatihan sejarah wajib bagi karyawan.

Langkah ini diambil setelah boikot konsumen meluas akibat kampanye pemasaran kontroversial. Ini menjadi penutupan massal pertama sejak Starbucks masuk ke Korea Selatan pada 1999.

Pelatihan Sejarah dan Sensitivitas Sosial

Pelatihan tidak hanya untuk staf gerai, tetapi juga Ketua Shinsegae Group Chung Yong-jin serta jajaran eksekutif dan manajer.

Mereka akan menjalani pelatihan sensitivitas sosial secara terpisah.

Materi edukasi mencakup pemahaman sejarah modern Korea dan mitigasi isu sosial terkait gender, hak asasi manusia, ketenagakerjaan, serta ujaran kebencian.

Starbucks Korea juga merombak sistem peninjauan internal dengan menerapkan daftar periksa sensitivitas sosial yang melibatkan ahli eksternal dan tim hukum.

Kontroversi Promosi Tank Day

Gelombang protes dipicu oleh kampanye pemasaran "Tank Day" yang menawarkan diskon untuk tumbler seri Tank.

Publik menilai promosi tersebut merujuk pada peristiwa Gwangju Uprising, tragedi penumpasan aksi massa oleh rezim militer Korea Selatan yang menewaskan ratusan orang menggunakan tank.

Dampak promosi ini memicu kecaman dari pelanggan hingga tokoh politik seperti Lee Jae Myung. Akibatnya, pendapatan perusahaan menurun drastis.

Chung Yong-jin telah menyampaikan permohonan maaf terbuka dan memberhentikan CEO Starbucks Korea. Manajemen induk perusahaan menegaskan langkah ini menunjukkan penanganan serius atas kesalahan strategi pemasaran.

"Langkah ini menunjukkan betapa seriusnya kami memandang insiden pemasaran ini dan mencerminkan komitmen kami untuk memastikan hal serupa tidak akan terulang," kata Shinsegae dalam pernyataan.

📰 Update Terbaru