Indeks harga saham gabungan (IHSG) mencatat lonjakan signifikan pada sesi I perdagangan Senin (15/6/2026).
Penguatan ini berjalan beriringan dengan apresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
>>> Komisi XI DPR Setujui Pagu Indikatif Kemenkeu Rp49,80 Triliun
Berdasarkan data Investor Daily, IHSG berada di posisi 6.233 atau melonjak 3,76% pada sekitar pukul 09.34 WIB.
Sebanyak 576 saham bergerak di zona hijau, sedangkan 77 saham melemah dan 89 saham stagnan. Nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp 6,62 triliun.
Laju positif ini memperpanjang penguatan IHSG yang sebelumnya naik 2,07% pada Jumat (12/6/2026).
Phintraco Sekuritas menyebut sentimen eksternal meliputi ekspektasi kesepakatan damai AS-Iran dan koreksi harga minyak mentah ke bawah US$ 90 per barel.
Dari dalam negeri, iklim investasi didukung rencana efisiensi anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh pemerintah. Selain itu, ada kebijakan pemotongan target pembangunan koperasi desa Merah Putih hingga 50%.
Harga minyak Brent anjlok sekitar 4% hingga di bawah US$ 84 per barel pada Senin pagi WIB. Penurunan harga energi ini menjadi katalis penting bagi pasar keuangan.
>>> Prabowo Ajak Jerman Perluas Investasi di Sektor Strategis Indonesia
Pasar spot exchange Bloomberg pada pukul 09.05 WIB mencatat rupiah dibuka menguat tajam 82 poin atau 0,46% ke level Rp 17.778 per dolar AS.
Lonjakan pasar modal dan mata uang ini dipicu oleh kesepakatan resmi antara AS dan Iran untuk mengakhiri konflik bersenjata yang berlangsung hampir empat bulan.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang bertindak sebagai mediator, mengumumkan penghentian total operasi militer kedua negara di semua lini, termasuk Lebanon.
"Setelah melalui pembicaraan intensif, kami dengan senang hati mengumumkan Kesepakatan Damai antara AS dan Republik Islam Iran telah TERCAPAI," ujar Sharif melalui unggahan di media sosial X pada Minggu.
Presiden AS Donald Trump juga mengonfirmasi rampungnya perjanjian tersebut melalui platform Truth Social. "Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah rampung," tulisnya.
>>> Kurs Rupiah Menguat ke Rp17.703 per Dolar AS Jelang Keputusan BI Rate
Trump langsung memerintahkan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Jalur logistik laut vital ini sebelumnya ditutup sejak akhir Februari, yang sempat memicu lonjakan harga energi, gas, dan pupuk global.
Penandatanganan dokumen damai secara resmi oleh kedua belah pihak dijadwalkan berlangsung di Swiss pada Jumat (19/6/2026).
Wakil Presiden AS JD Vance menyebut kesepakatan ini sebagai kabar baik untuk efisiensi biaya energi jangka panjang.
"Kami akan mampu menekan biaya energi, tidak hanya untuk saat ini tetapi juga untuk jangka panjang," ujarnya dalam wawancara dengan Fox News.
Pemerintah Qatar menyampaikan apresiasi atas kesepakatan ini sebagai fondasi perdamaian abadi dan pemulihan ekonomi internasional.
>>> Analis Ramal Saham BBRI Berpotensi Melesat Hingga 35 Persen
Negara Eropa seperti Inggris, Jerman, Prancis, dan Italia menyatakan siap mencabut sanksi terhadap Iran jika ada jaminan konkret terkait program nuklir.
