Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak positif pada Senin (15/6) pagi. Pasar modal Indonesia mencatat lonjakan signifikan hingga menyentuh level 6.216,07.
Data dari RTI menunjukkan kenaikan sebesar 3,47 persen. Angka ini setara dengan penguatan 208,42 poin dibandingkan penutupan Jumat pekan sebelumnya.
>>> Asing Borong Saham INDF Emiten Anthoni Salim Senilai Rp 67 Miliar
Faktor Pendorong Penguatan
Kenaikan ini dinilai sebagai bukti keberhasilan kolaborasi antara DPR, pemerintah, dan lembaga terkait. Sinergi tersebut mengembalikan kepercayaan pasar terhadap stabilitas ekonomi nasional.
Chief Operating Officer Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria menyatakan lonjakan bursa saham menjadi indikator utama.
Hal ini mencerminkan penguatan fundamental ekonomi Indonesia yang direspons positif investor.
"Kita tentu berterima kasih kepada seluruh investor yang menunjukkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi kita maupun fundamental perusahaan-perusahaan Indonesia.
Kinerja yang baik tersebut membuat IHSG menguat cukup signifikan, termasuk rupiah yang juga menunjukkan penguatan," ujar Dony.
>>> Chery Rilis Estimasi Biaya Energi Tiga Mobil Listrik Terbaru
Berdasarkan analisis Mega Capital, ada beberapa faktor internal yang ikut menggerakkan pasar. Perhatian pelaku pasar tertuju pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia.
Selain itu, aksi buyback oleh emiten skala besar turut menopang psikologis pasar.
Kondisi eksternal juga memberikan dampak positif bagi bursa Asia yang kompak menguat.
Sentimen ini muncul seiring meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang berujung pada rencana pembukaan Selat Hormuz.
>>> IHSG Diproyeksi Menguat Didorong Sentimen Positif Global dan Domestik
Redanya konflik ditandai pengumuman gencatan senjata oleh Presiden AS Donald Trump melalui media sosial.
Trump menyatakan telah memberi izin membuka kembali Selat Hormuz tanpa biaya dan menginstruksikan penghapusan blokade laut dari pelabuhan Iran.
"Kapal-kapal di seluruh dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak kembali mengalir!"
tulis Trump di Truth Social.
Pernyataan tersebut telah dikonfirmasi Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran serta Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi.
>>> Kenali 7 Karakter Ciri Orang Tidak Jujur Saat Berbicara
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif yang bertindak sebagai mediator menyatakan penandatanganan resmi dijadwalkan di Swiss pada Jumat mendatang.