⌂ Beranda News Pemilik Kapal Tanker Waspadai Rencana Pembukaan Selat Hormuz

Pemilik Kapal Tanker Waspadai Rencana Pembukaan Selat Hormuz

Pemilik Kapal Tanker Waspadai Rencana Pembukaan Selat Hormuz
Selat Hormuz dengan kapal tanker minyak
A A Ukuran Teks16px

Rencana pembukaan kembali Selat Hormuz menyusul kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran disambut dengan kehati-hatian oleh para pemilik kapal tanker serta pedagang pada Senin, 15 Juni 2026.

Langkah ini diambil setelah konflik berbulan-bulan yang memicu gangguan perdagangan energi global, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.

>>> Bigetron by Vitality Juarai MPL ID Season 17, Hentikan Dominasi ONIC

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendeklarasikan bahwa jalur vital minyak dan gas global tersebut akan dibuka kembali pada Jumat mendatang bersamaan dengan penandatanganan perjanjian.

Meski demikian, data Kpler menunjukkan aktivitas di selat tersebut masih minim dengan hampir 600 kapal tetap terjebak di Teluk Persia serta ratusan kapal kosong mengantre di sisi lain.

Hambatan praktis seperti pembersihan lambung kapal dan risiko keamanan akibat ranjau atau potensi serangan balasan membuat pelaku industri memilih menunggu informasi lebih rinci.

Obsidian Risk Advisors mencatat bahwa faktor keselamatan kru dan perlindungan asuransi rute menjadi prioritas utama yang memicu ketidakpastian di kalangan operator maritim saat ini.

>>> Dinas Pendidikan DKI Jakarta Buka Pendaftaran SPMB 2026 Tahap I

"Industri maritim memahami hal itu. Para kapten memahaminya.

Awak kapal memahaminya," kata Brett Erickson, Direktur Utama Obsidian Risk Advisors.

Erickson menambahkan bahwa situasi di lapangan sangat sensitif terhadap perubahan konjungtur politik dan militer yang dapat membahayakan keselamatan pelayaran.

"Mereka tahu bahwa satu kesalahan perhitungan, satu serangan, atau satu keputusan politik dapat menimbulkan gesekan baru dalam situasi tersebut dan sekali lagi membahayakan nyawa mereka," ujarnya.

>>> Garnier Jadi Mitra Skincare Resmi MPL Indonesia Season 17

Kpler mencatat dari ratusan kapal yang terjebak di Teluk Persia, terdapat 98 kapal tanker minyak mentah dan 88 kapal pengangkut produk minyak mentah kotor.

Pergerakan awal diperkirakan akan dimulai oleh para pengelola kapal yang memiliki toleransi risiko lebih tinggi segera setelah akses resmi dipulihkan oleh pemerintah Iran.

"Kita mungkin akan melihat kapal-kapal bergegas keluar begitu Iran membuka gerbang," kata Muyu Xu, analis minyak mentah senior di Kpler.

Xu menggarisbawahi bahwa kepastian mengenai ada atau tidaknya tindakan pengendalian lanjutan dari pihak Teheran masih menjadi fokus pemantauan pasar saat ini.

>>> 7 Tantangan Logika Matematika untuk Mengasah Berpikir Kritis

"Meskipun masih harus dilihat apakah Teheran akan menerapkan tindakan pengendalian apa pun," ujarnya.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru