⌂ Beranda News Cinta Batik Semarang Tembus Pasar Internasional dengan Pewarna Alami

Cinta Batik Semarang Tembus Pasar Internasional dengan Pewarna Alami

Cinta Batik Semarang Tembus Pasar Internasional dengan Pewarna Alami
Batik tulis warna alam Cinta Batik Semarang
A A Ukuran Teks16px

Perjalanan Cinta Batik Semarang membuktikan bahwa produk lokal bisa bersaing di pasar global. Usaha batik tulis warna alam ini berhasil memperluas jangkauan hingga ke mancanegara.

Bermula dari Pelatihan Dekranasda

Pemilik Cinta Batik Semarang, Iin Windhi Indah Tjahjani, mengawali usahanya setelah mengikuti pelatihan membatik.

>>> Jadwal KRL Solo Jogja Minggu 14 Juni 2026 Lengkap dari Palur ke Yogyakarta

Program tersebut digelar oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Semarang untuk merevitalisasi batik lokal.

Berbekal ilmu dari pelatihan, Iin mulai merintis usaha dengan modal awal hanya Rp50 ribu. Peralatan membatik yang digunakan pun masih sangat sederhana.

Keterbatasan pengetahuan teknik membatik sempat menjadi kendala. Berbagai kegagalan dalam menghasilkan motif dan kualitas batik harus dilalui.

Namun, Iin tidak menyerah. Ia aktif mencari referensi dan mengikuti pameran untuk menambah wawasan serta memperluas jaringan.

>>> Victor Wembanyama Terancam Sanksi Absen di Game 5 Final NBA

Dukungan LinkUMKM dan BRI

Dalam mengembangkan bisnis, Iin mengaku mendapat manfaat dari program pendampingan LinkUMKM. Platform inovasi BRI ini memberikan akses pembelajaran bagi pelaku UMKM.

"Mengenal LinkUMKM dari Rumah BUMN BRI, salah satu alasan yang membuat kita bergabung yaitu dikarenakan ada banyak kegiatan yang bermanfaat untuk kemajuan usaha kita," ujar Iin.

Cinta Batik Semarang juga memanfaatkan layanan keuangan BRI, seperti QRIS dan tabungan. Hal ini membantu memperkuat transaksi dan pengelolaan usaha.

Pemasaran Multisaluran hingga ke Luar Negeri

Pemasaran produk dilakukan melalui berbagai saluran. Selain penjualan langsung, produk dipasarkan melalui marketplace, pameran, dan kerja sama B2B.

>>> Turki Hadapi Australia di Laga Pembuka Grup D Piala Dunia 2026

Jangkauan konsumen telah mencapai pasar internasional, di samping memenuhi permintaan berbagai daerah di Indonesia. Produksi dalam jumlah terbatas memberikan kesan eksklusif bagi pelanggan.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menilai perjalanan Cinta Batik Semarang sebagai contoh nyata kesuksesan usaha dari keterbatasan. Menurutnya, konsistensi dan inovasi menjadi faktor penting.

"Cinta Batik Semarang menunjukkan bahwa produk berbasis kearifan lokal dapat memiliki daya saing yang kuat ketika dikelola secara konsisten dan inovatif," ujar Dhanny.

Hingga akhir Maret 2026, platform LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh lebih dari 15,57 juta pelaku UMKM di seluruh Indonesia.

>>> Montella Khawatirkan Kebugaran Pemain Jelang Lawan Australia

Platform ini memiliki enam fitur utama dan lebih dari 840 modul pembelajaran.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru