⌂ Beranda News Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 Per Liter per 10 Juni 2026

Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 Per Liter per 10 Juni 2026

Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 Per Liter per 10 Juni 2026
Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter di SPBU
A A Ukuran Teks16px

PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax (RON 92) menjadi Rp16.250 per liter.

Kenaikan sebesar 32% ini berlaku mulai 10 Juni 2026.

>>> Disdukcapil Barito Utara Perluas Layanan Inklusif ke Desa

Sebelumnya, harga Pertamax bertahan di level Rp12.300 per liter sejak April 2026. Penyesuaian ini menyusul langkah serupa untuk solar nonsubsidi yang sudah dilakukan pada 1 Juni 2026.

Penyebab Kenaikan Harga

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi mempertimbangkan dinamika geopolitik global dan harga minyak internasional.

"Di tengah tantangan global yang terus berkembang, Pertamina dengan dukungan penuh dari Pemerintah terus berkomitmen menjaga ketersediaan energi," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (11/6/2026) malam.

Konflik bersenjata di Timur Tengah yang pecah pada akhir Februari 2026 kembali mengerek harga minyak mentah dunia ke level US$100 per barel.

Meski sempat melandai ke US$90 per barel pada Mei, tekanan harga masih tinggi.

Sebelumnya, pada 2022, konflik Rusia-Ukraina juga mendorong harga Pertamax naik dari Rp9.000 menjadi Rp12.500 per liter pada April, lalu ke Rp14.500 pada September 2022.

>>> 9 Karakter Antagonis di Drakor Teach You A Lesson yang Bikin Emosi

Saat itu harga minyak Brent sempat di atas US$100 per barel.

Fluktuasi Harga Pertamax dalam Dua Dekade

Harga Pertamax telah mengalami berbagai perubahan sejak pertama kali diluncurkan pada 10 Desember 1999.

Bensin dengan oktan 92 ini diproduksi dengan zat aditif Pertatec dan direkomendasikan untuk kendaraan berkompresi 9,1—10,1 yang menggunakan teknologi EFI dan catalytic converter.

Pada Desember 2004, harga Pertamax naik dari Rp2.450 menjadi Rp4.000 per liter (lonjakan 62%).

Pada September 2005, harganya mencapai Rp5.700 per liter, lalu turun menjadi Rp5.400 pada Januari 2006, dan kembali naik ke Rp5.000.

Per 15 November 2007, harga mencapai Rp6.950 per liter, lalu Rp7.500 pada Desember 2007.

Pada akhir 2008, harga ditahan di Rp6.800 per liter, lalu turun ke Rp6.300 pada akhir 2009.

>>> Pengusaha Minta Keandalan Sistem Ketenagalistrikan Nasional Diperkuat

Desember 2010 naik ke Rp6.900, dan Maret 2011 menembus Rp8.100 per liter.

Pada 1 April 2012, harga pertama kali menembus Rp10.200 per liter, lalu Rp10.300 pada Oktober 2013.

Pada Juli 2014, harga tertinggi mencapai Rp11.300, lalu melandai ke Rp9.950 pada Desember 2014. Rencana kenaikan ke Rp9.600 pada Mei 2015 dibatalkan.

Pada April 2016, harga turun menjadi Rp7.750 per liter, lalu naik ke Rp8.050 pada awal 2017, dan mencapai Rp8.900 pada pertengahan 2019.

Sebelumnya pada Februari 2019, harga sempat Rp10.200, lalu turun ke Rp9.200 pada awal 2020, dan bertahan di Rp9.000 hingga akhir 2021.

Pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi Pertalite dan Solar tidak berubah, masing-masing tetap Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.

>>> Timnas Indonesia U-19 vs Kamboja Perebutkan Tempat Ketiga Piala AFF

Simon menegaskan komitmen Pertamina menjaga ketersediaan energi di seluruh Indonesia.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru