Pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk mendata keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraan. Pengelompokan ini disebut desil dan menjadi acuan penyaluran bantuan sosial.
Masyarakat dapat mengecek desil DTSEN secara online melalui ponsel. Layanan ini disediakan oleh Kementerian Sosial tanpa perlu datang ke kantor pelayanan.
>>> Bridestory Fair 2026 Hadir di JICC Senayan dengan Tema Petal Dreamscape
Cara Cek Desil DTSEN Lewat Browser
Berikut langkah-langkah pengecekan melalui situs resmi:
>>> 5 Hal Penting yang Harus Diperhatikan saat Anak Bermain di Tempat Umum
- Buka halaman cekbansos.kemensos.go.id di peramban ponsel.
- Masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) 16 digit sesuai KTP.
- Ketik kode captcha yang muncul untuk verifikasi.
- Klik tombol "Cari Data" setelah data terisi benar.
- Tunggu sistem memproses pencocokan data.
- Hasil akan menampilkan status desil DTSEN dan kelayakan bansos.
Cek Desil Lewat Aplikasi Cek Bansos
Alternatif lain adalah menggunakan aplikasi resmi Cek Bansos yang bisa diunduh di Google Play Store. Berikut panduannya:
- Unduh dan instal aplikasi Cek Bansos dari Play Store.
- Buka aplikasi dan pilih menu "Cek Bansos".
- Input NIK 16 digit dengan teliti.
- Sistem akan memproses dan menampilkan hasil desil DTSEN.
Kategori Desil dalam DTSEN
Desil membagi masyarakat berdasarkan kondisi ekonomi. Berikut klasifikasinya:
>>> IHSG Sepekan Melonjak 7,38 Persen, Saham FORU Pimpin Top Gainers
- Desil 1: Kelompok ekonomi terendah, prioritas utama bansos.
- Desil 2: Berpenghasilan rendah, tetap prioritas bansos.
- Desil 3: Rentan, berpeluang menerima bantuan setelah verifikasi.
- Desil 4: Menengah ke bawah, berhak atas bantuan tertentu.
- Desil 5-10: Ekonomi lebih mapan, bukan prioritas utama.
Pentingnya Pembaruan Data Berkala
Data DTSEN diperbarui secara berkala oleh pemerintah. Masyarakat disarankan mengecek status desil secara rutin.
>>> Kemenag Buka Seleksi Enam Jabatan Eselon II, Ini Daftar Posisinya
Jika ada ketidaksesuaian data, pengajuan perbaikan bisa dilakukan ke kelurahan, desa, atau dinas sosial setempat. Pembaruan data penting agar hak bansos tidak terhambat.