Ericsson resmi memperkenalkan perangkat lunak AI in RAN untuk mengoptimalkan kinerja dan efisiensi infrastruktur jaringan 5G.
Teknologi ini mengintegrasikan model kecerdasan buatan kelas telekomunikasi ke unit baseband dan radio.
>>> Komisi X DPR Dukung Penambahan Anggaran Riset BRIN
Sistem ini dirancang untuk menyajikan otomasi yang lebih cerdas sekaligus menghemat konsumsi energi.
Penyedia layanan komunikasi dapat memanfaatkan sistem secara real-time tanpa perlu mengonfigurasi perangkat keras baru.
Kemampuan adaptasi sistem didukung oleh pemrosesan data berkualitas tinggi dalam jumlah besar.
Kehadiran teknologi Agentic AI di dalamnya memungkinkan otomasi operasional jaringan pada tingkat yang lebih lanjut.
Peluang bagi Pasar Indonesia
Pembaruan berbasis perangkat lunak melalui AI in RAN membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memaksimalkan investasi 5G yang sudah berjalan.
Solusi efisiensi ini menjadi krusial bagi operator seluler dalam memitigasi tantangan biaya infrastruktur.
>>> Aturan Gaji PPPK Paruh Waktu 2026: Mengacu UMP dan Golongan
Estimasi kebutuhan investasi pengembangan jaringan 5G di Indonesia diproyeksikan mencapai USD50 miliar pada tahun 2030.
Lonjakan kebutuhan data masyarakat yang tinggi memicu perlunya fondasi jaringan yang cerdas dan berkelanjutan.
"Teknologi ini akan membantu operator memenuhi lonjakan permintaan data sekaligus memperkuat fondasi visi Indonesia Digital 2045 melalui jaringan yang cerdas dan berkelanjutan," kata Nora Wahby, President Director Ericsson Indonesia.
Langkah implementasi ini selaras dengan target Kementerian Komunikasi dan Digital dalam memperluas jangkauan pemancar.
Pemerintah menargetkan cakupan operasional 5G mencapai 32 persen pada tahun 2030.
Proses komputasi kecerdasan buatan berjalan sangat cepat hingga hitungan mikrodetik berkat pemanfaatan Ericsson Silicon dan chip khusus.
>>> United E Motor Diskon Harga Motor Listrik hingga 50 Persen di Jakarta Fair 2026
Perangkat keras tersebut didesain agar tetap hemat konsumsi daya energi.
Inovasi ini mendukung agenda transformasi digital nasional, termasuk ambisi peluncuran layanan 5G yang lebih luas sebelum peringatan kemerdekaan Indonesia tahun ini.
Keandalan sistem telah diuji coba pada skala global melalui lebih dari 15 uji coba komersial.
Hasil pengujian menunjukkan kenaikan kecepatan downlink hingga 20 persen serta efisiensi spektrum sebesar 10 persen.
Sistem baru ini mampu menampung jumlah pengguna dengan trafik tinggi hingga dua kali lipat lebih banyak.
Tingkat akurasi prediksi cakupan sinyal yang dihasilkan mencapai 95 persen.
>>> Cara Daftar dan Aktivasi TikTok PayLater Agar Cepat Disetujui
Fitur utama seperti AI-native Scheduler, AI-powered Positioning, dan AI-managed Beamforming dijadwalkan mulai tersedia pada kuartal kedua tahun 2026.