Perusahaan insurtech full-stack Asia Tenggara, Igloo, meluncurkan asisten berbasis kecerdasan buatan bernama Igi (AI Travel Insurance Guardian) di Indonesia pada Jumat (12/6/2026).
Langkah ini bertujuan mengatasi rendahnya adopsi asuransi perjalanan akibat kompleksitas produk dan keterbatasan layanan.
>>> BTS Rilis Lagu Come Over untuk Rayakan Hari Jadi ke-13
Penetrasi asuransi di Indonesia masih rendah, yakni sekitar 2,7 persen.
Hambatan utama adalah sulitnya membandingkan produk dan minimnya panduan polis.
Fitur dan Dampak Igi
Melalui Igi, konsumen dapat mencari informasi, membandingkan paket, mendapatkan rekomendasi, hingga menyelesaikan pembayaran dalam satu alur percakapan yang tersedia 24 jam.
>>> BPI Danantara Terbitkan Obligasi Internasional Perdana Rp26,7 Triliun
Pada uji coba awal Mei, fitur ini meningkatkan penyelesaian pembelian sebesar 44 persen dan menaikkan konversi pembayaran 1,7 kali lipat.
Co-Founder dan CEO Igloo, Raunak Mehta, mengatakan bahwa perusahaan telah fokus membangun fondasi AI-native selama setahun terakhir.
“Igi membawa kemampuan itu langsung ke pelanggan, membantu mereka memahami kebutuhan perjalanan, memilih produk yang sesuai, dan menyelesaikan pembelian dalam hitungan menit,” ujar Raunak.
>>> Universitas Brawijaya Buka 5 Prodi Baru Fakultas Vokasi
Penyederhanaan proses transaksi menjadi kunci utama untuk menjangkau pasar domestik yang sebagian besar belum memiliki pengalaman membeli proteksi perjalanan.
“Di pasar di mana sebagian besar masyarakat belum pernah membeli asuransi, menghilangkan kerumitan adalah langkah awal untuk menutup kesenjangan perlindungan.
Indonesia adalah tempat kami membuktikan itu,” kata Raunak.
>>> ONIC Esports Tekuk Bigetron by Vitality 3-1 di Playoff MPL ID S17
Ke depan, Igloo berencana memperluas Igi ke WhatsApp serta menghadirkan teknologi serupa untuk lini produk lain seperti asuransi kendaraan dan kecelakaan diri.