Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) resmi merilis obligasi internasional perdana senilai US$1,5 miliar atau sekitar Rp26,7 triliun pada Jumat (12/6/2026).
Langkah ini dilakukan melalui Danantara Investment Management (DIM) di tengah situasi geopolitik yang memanas dan ketidakpastian ekonomi global.
>>> Olivia Rodrigo Rilis Lagu Baru 'Stupid Song' dan Video Musiknya
Penerbitan instrumen utang luar negeri tersebut mendapat respons positif dari pemodal internasional. Total pemesanan mencapai US$4,6 miliar, atau tiga kali lipat dari target awal.
Manajemen Danantara menyatakan kepercayaan pasar internasional diharapkan memperkuat keyakinan investor domestik dan masyarakat luas terhadap kerangka institusional Danantara Indonesia.
>>> Danantara Pastikan Kelola Investasi BUMN Berbeda dari Skandal 1MDB
Dua Seri Obligasi dengan Tenor Berbeda
Penghimpunan dana global dipecah menjadi dua seri, masing-masing bernilai nominal US$750 juta.
>>> Abadi Lestari Indonesia Raup Laba Bersih Rp40,98 Miliar, Semua Laba Ditahan
Seri pertama berdurasi lima tahun dengan imbal hasil 5,35%. Seri kedua memiliki tenor 10 tahun dengan imbal hasil 5,95%.
Untuk tenor lima tahun, alokasi terbesar berasal dari kawasan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika sebesar 41%. Pasar Amerika Serikat menyerap 38%, dan Asia 21%.
>>> FBI Selidiki Klaim Peretasan Sistem Kemudi Pesawat oleh Pakar Siber
Sementara itu, obligasi tenor 10 tahun didominasi investor AS sebesar 52%. Eropa, Timur Tengah, dan Afrika menyumbang 31%, dan Asia 17%.