Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Jumat (12/6/2026).
Pantauan hingga pukul 10.40 WIB, arus lalu lintas di sekitar lokasi terpantau ramai lancar. Belum terlihat penumpukan massa yang signifikan.
>>> IHSG Melesat 2,68% ke Level 6.043 pada Sesi I, Didorong Saham Big Caps
Sejumlah aparat gabungan TNI dan Polri sudah bersiaga di sekitar Bundaran HI. Mereka mengamankan jalannya aksi.
Pengemudi dari arah Jalan Jenderal Sudirman maupun Jalan MH Thamrin masih dapat melintas normal. Tidak ada antrean kemacetan panjang.
Aksi ini dipicu oleh keprihatinan mahasiswa terhadap kondisi perekonomian domestik. Mereka mengkritik performa pemerintah yang dinilai tidak memberikan dampak kesejahteraan nyata bagi masyarakat akar rumput.
"Kenyataan yang kita hadapi sekarang adalah ekonomi hanya tumbuh di atas kertas, tapi di meja makan rakyat, tidak ada yang berubah.
>>> Pemerintah Kaji Insentif Ekonomi Usai Kenaikan Harga Pertamax
Harga beras naik, lapangan kerja menyempit, rakyat sekarat dihajar pajak, dan pemerintah?
Sibuk memoles citra sambil membagi proyek kepada kroni," kata Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan dalam keterangannya.
Menurut Yatalathof, permasalahan yang diangkat kali ini bukan urusan polarisasi politik. Ini menyangkut kerugian yang dialami seluruh lapisan masyarakat.
Perwakilan mahasiswa juga menyoroti minimnya empati serta akuntabilitas dari otoritas negara. Mereka menilai pemerintah tidak menanggapi masukan data ilmiah yang telah disampaikan.
"Kepemimpinan yang baik seharusnya hadir untuk mendengar, melindungi, dan menjawab keresahan publik. Namun yang terjadi hari ini justru sebaliknya.
>>> Astra Kuasai 51% Pangsa Pasar Mobil Nasional Hingga Mei 2026
Karena kritik lewat data juga sudah disampaikan dan selalu diabaikan. Lebih-lebih karena pemerintah memilih mengelak alih-alih bertanggung jawab," katanya.
Pihak penyelenggara menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jalan atas potensi gangguan arus kendaraan. Namun, aksi ini dinilai mendesak sebagai bentuk interupsi terhadap hambatan struktural.
"Kami ingin memberi pesan bahwa kemacetan lalu lintas esok hanya berlangsung beberapa jam.
Di sisi lain, kemacetan mobilitas sosial, kemacetan lapangan kerja, dan kemacetan masa depan yang dipaksakan sistem ini kepada rakyat itu sudah jauh lebih lama berlangsung selama puluhan tahun dan tidak ada tanda-tanda akan berhenti sendiri," ucapnya.
>>> AHM Resmikan Pos AHASS Teaching Factory di SMK Kendal
Yatalathof mengonfirmasi aksi hari ini diperkirakan dihadiri lebih dari 1.000 partisipan. Massa aksi membawa lima poin tuntutan utama yang akan disampaikan langsung kepada pemerintah.