Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 2,68% pada perdagangan Sesi I, Jumat (12/6/2026). Indeks ditutup di level 6.043.
Pergerakan indeks langsung menunjukkan sinyal penguatan sejak awal pembukaan. IHSG dibuka di posisi 5.960 dan sempat menyentuh titik tertinggi di level 6.057.
>>> Meksiko Taklukkan Afrika Selatan pada Pembukaan Piala Dunia 2026
Sementara itu, level terendah indeks berada di angka 5.952. Aktivitas pasar modal di bursa terpantau sangat dinamis.
Volume transaksi perdagangan mencapai 21,56 miliar saham. Nilai transaksi keseluruhan mencapai Rp11,84 triliun dengan frekuensi 1,36 juta kali.
Kondisi pasar secara umum didominasi tren positif. Sebanyak 610 saham bergerak naik, 101 saham melemah, dan 100 saham stagnan.
>>> Bank Dunia Soroti Penurunan Kualitas Lapangan Kerja Indonesia
Penguatan Sektor dan Saham Big Caps
Laju penguatan indeks mendapat dorongan besar dari sektor barang baku yang melesat 5,75%. Sektor energi menyusul dengan kenaikan 5,22%, dan sektor perindustrian menguat 4,34%.
Lonjakan indeks merupakan efek langsung dari pergerakan saham big caps. Motor utama penguatan antara lain saham BBCA, TLKM, dan BBRI.
Saham Bank BCA (BBCA) menguat 4,29% ke level Rp6.075 per saham. Saham ini ditransaksikan sebanyak 235 juta saham dengan nilai transaksi kumulatif Rp1,41 triliun.
>>> Menkeu Purbaya Koordinasikan Penyesuaian Anggaran Makan Bergizi Gratis
Saham Bank BRI (BBRI) naik 1% ke posisi Rp2.880 per saham. Volume perdagangan saham BBRI mencapai 249 juta saham dengan nilai transaksi Rp714 miliar.
Sepuluh saham teratas penopang IHSG Sesi I dipimpin BBCA dengan sumbangan poin 23,54.
Disusul BRMS (9,8 poin), AMMN (9,16 poin), TLKM (8,39 poin), dan BUMI (6,57 poin).
>>> Panduan Investasi Saham Modal Kecil untuk Pemula, Mulai dari Rp100.000
Selanjutnya DSSA (5,32 poin), BBRI (4,73 poin), BBNI (4,55 poin), BREN (4,08 poin), dan MDKA (3,95 poin).