Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatat lonjakan signifikan pada sesi I perdagangan Jumat (12/6/2026).
Berdasarkan data Investor Daily, sekitar pukul 10.15 WIB, saham emiten Grup Bakrie dan Salim ini melesat 8,57 persen ke level Rp 152.
>>> YouTube Luncurkan Kembali Fitur DM untuk Berbagi Video Langsung
Aktivitas perdagangan saham BUMI sangat padat dengan volume mencapai 1,55 miliar saham. Frekuensi transaksi tercatat 21.808 kali dengan total nilai Rp 228,65 miliar.
Aksi beli masif mendominasi saham pertambangan ini. Data Stockbit Sekuritas menunjukkan net buy oleh pemodal mencapai Rp 71,3 miliar.
Lonjakan ini menjadi momentum pembalikan arah setelah sebelumnya saham BUMI ditutup melemah 2,78 persen ke Rp 140 pada Kamis (11/6/2026).
>>> Benelli Motor Indonesia Luncurkan Aplikasi Moto4U untuk Layanan Purnajual
Meski turun, investor asing justru banyak mengoleksi saham BUMI pada Kamis.
Volume transaksi harian mencapai 3 miliar saham dengan frekuensi 53.325 kali dan nilai Rp 421,64 miliar.
Pelaku pasar internasional membukukan net buy Rp 28,68 miliar pada hari itu. Kondisi ini membalikkan tren dari dua hari sebelumnya yang didominasi net sell asing.
>>> Pemerintah Pertahankan Harga BBM Subsidi untuk Jaga Daya Beli Masyarakat
Akumulasi Asing di Tengah Fluktuasi
Pergerakan saham BUMI beberapa waktu terakhir fluktuatif. Pada 10 Juni 2026, saham ini juga terdepresiasi 1,37 persen.
Dalam sebulan terakhir hingga penutupan Kamis, saham Bumi Resources turun total 35,19 persen. Namun, investor asing terus mengakumulasi dengan total net buy Rp 414,9 miliar.
Analisis teknikal CGS International Sekuritas memproyeksikan saham BUMI berpeluang bangkit pada Jumat (12/6/2026).
>>> Demo BEM UI di Bundaran HI Diprediksi Sebabkan Kemacetan pada 12 Juni
Pergerakan dapat terjadi jika saham menyentuh pivot di level 141, dengan target resistance pertama 146 dan resistance kedua 152.