YouTube kembali menghadirkan fitur pesan langsung atau Direct Messaging (DM) bagi penggunanya di Amerika Serikat dan sejumlah wilayah global.
Langkah ini diambil setelah platform milik Google tersebut menghentikan layanan serupa pada 2019.
>>> Pemerintah Pertahankan Harga BBM Subsidi untuk Jaga Daya Beli Masyarakat
Perluasan jangkauan fitur ini dilakukan setelah perusahaan menyelesaikan tahap pengujian selama beberapa bulan. Fasilitas ini memungkinkan pengguna saling berinteraksi tanpa perlu meninggalkan aplikasi YouTube.
Melalui pembaruan ini, pengguna bisa membagikan video reguler, Shorts, hingga siaran langsung sambil bercakap-cakap.
Mekanisme tersebut memangkas proses menyalin tautan video yang biasanya dikirimkan lewat platform perpesanan pihak ketiga.
Sistem DM di YouTube memiliki mekanisme berbeda dengan aplikasi pesan instan konvensional. Pengguna diwajibkan mengirimkan tautan undangan terlebih dahulu kepada orang yang ingin diajak berkomunikasi.
Penerima memiliki kendali penuh untuk menyetujui atau menolak ajakan obrolan tersebut. Tombol akses fitur ini terletak pada ikon Messages di dalam aplikasi YouTube.
Melalui menu tersebut, undangan percakapan dapat dibuat dan disebarkan ke platform lain sebelum obrolan internal dimulai.
>>> Demo BEM UI di Bundaran HI Diprediksi Sebabkan Kemacetan pada 12 Juni
Metode ini diterapkan untuk mendorong interaksi yang aman dengan lingkaran pertemanan yang sudah dikenal.
Akses fitur DM pada tahap awal ini dibatasi hanya bagi pengguna yang telah berusia minimal 18 tahun.
Pengguna juga harus menyelesaikan verifikasi umur pada akun Google mereka serta memiliki kanal YouTube pribadi.
Ekspansi Global dan Aturan Keamanan Komunitas
Sebelum memperluas layanan ke berbagai negara, YouTube telah menguji fitur ini di Irlandia dan Polandia pada akhir 2025.
Eksperimen kemudian berlanjut ke lebih dari 30 negara di kawasan Eropa pada awal 2026.
Umpan balik positif dari peserta uji coba menjadi landasan utama bagi perusahaan untuk memperbesar skala peluncuran.
>>> DPR dan Pemerintah Sepakati Kenaikan Target Pendapatan Negara 2027
Meski bersifat privat, YouTube menegaskan seluruh isi percakapan wajib mematuhi Pedoman Komunitas YouTube.
Pihak pengelola platform tetap memiliki otoritas untuk meninjau pesan jika mendeteksi indikasi pelanggaran aturan.
Pengguna juga dibekali opsi untuk memblokir maupun melaporkan akun lain jika menemukan penyalahgunaan dalam obrolan.
Kehadiran kembali fitur DM ini menunjukkan perubahan strategi YouTube dalam mengintegrasikan ekosistem berbagi konten.
Seluruh proses diskusi yang sebelumnya beralih ke WhatsApp atau Telegram kini dapat diselesaikan langsung di satu aplikasi.
Perusahaan menyatakan bahwa fitur komunikasi langsung ini merupakan salah satu fungsi yang paling sering diminta oleh pengguna.
>>> IFG Life Beri Proteksi Asuransi untuk 20.019 Peserta BTN JAKIM 2026
Proses pengujian dan perluasan wilayah operasional akan terus berjalan seiring respons yang diterima ke depan.