⌂ Beranda News Investor Asing Kembali Masuk ke Pasar Keuangan Indonesia Usai BI Naikkan Suku Bunga

Investor Asing Kembali Masuk ke Pasar Keuangan Indonesia Usai BI Naikkan Suku Bunga

Investor Asing Kembali Masuk ke Pasar Keuangan Indonesia Usai BI Naikkan Suku Bunga
Bank Indonesia melakukan intervensi pasar untuk menjaga stabilitas rupiah
A A Ukuran Teks16px

Aliran modal asing mulai kembali masuk ke pasar keuangan Indonesia pada Jumat (12/6/2026) setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 5,5 persen.

Langkah agresif bank sentral yang dilakukan di luar jadwal rapat bulanan ini membuat imbal hasil aset domestik lebih menarik bagi investor asing.

>>> IHSG 12 Juni 2026 Melesat 1,72 Persen ke Level 5.987 di Awal Sesi

Dampak positif langsung terlihat dari penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang berhasil meninggalkan level Rp18.000/US$.

Peningkatan Aliran Masuk ke SRBI dan SBN

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan bahwa peningkatan kepercayaan investor didorong oleh penguatan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN).

“Hal ini tercermin dari meningkatnya aliran masuk modal asing ke instrumen SRBI pasca lelang SRBI pada 10 Juni 2026.

>>> Tecno Pova 8 5G Resmi di India, Baterai 8.000 mAh Siap Masuk RI

Aliran masuk modal asing juga mulai kembali terjadi di pasar SBN, terutama pada tenor pendek dan menengah,” kata Denny dalam keterangan resmi, Jumat (12/6/2026).

Bank Indonesia berkomitmen penuh untuk terus mempertahankan daya tarik instrumen keuangan dalam negeri demi menjaga stabilitas pasar keuangan domestik.

Nilai tukar rupiah pada perdagangan Jumat (12/6/2026) dibuka menguat 0,24 persen ke posisi Rp17.944/US$.

Tren positif ini memperpanjang catatan penguatan mata uang rupiah yang telah berlangsung selama tiga hari berturut-turut.

>>> IHSG Melonjak 74 Poin pada Pembukaan Perdagangan 12 Juni 2026

Kondisi internal juga didukung oleh penyesuaian harga bahan bakar non-subsidi jenis Pertamax oleh pemerintah menjadi Rp16.250 per liter guna menekan defisit fiskal akhir tahun.

Selain itu, faktor eksternal seperti melemahnya dolar AS dan penurunan harga minyak dunia turut menjadi sentimen positif yang memperkuat posisi rupiah.

Bank Indonesia menyatakan akan terus mengoptimalkan langkah stabilisasi nilai tukar melalui strategi intervensi yang konsisten dan terukur.

>>> Bahlil Panggil Pimpinan PLN Selidiki Pemadaman Listrik di Jawa

Langkah ini mencakup intervensi Non-deliverable forward (NDF) di pasar offshore serta transaksi spot dan Domestic Non Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru