Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan akhir pekan di zona hijau.
Dikutip dari Bloombergtechnoz, indeks saham domestik melonjak hingga 101,14 poin atau setara 1,72 persen ke posisi 5.987 pada Jumat (12/6/2026) pukul 09:09 WIB.
>>> IHSG Melonjak 74 Poin pada Pembukaan Perdagangan 12 Juni 2026
Tren positif ini selaras dengan pergerakan mayoritas pasar modal di kawasan Asia yang kompak menguat.
Indeks seperti NIKKEI 225, Topix, KOSPI, KOSDAQ, Hang Seng, Taiwan Weighted, Shanghai Composite, Shenzhen Comp, CSI 300, Straits Times, hingga KLCI seluruhnya melaju di zona hijau.
Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat volume perdagangan menyentuh 2,6 miliar saham dalam 10 menit pertama.
Nilai transaksi awal tersebut menembus Rp1,9 triliun dengan frekuensi transaksi mencapai 191.714 kali.
Kekuatan pasar ditopang oleh 442 saham yang bergerak menguat. Sementara itu, terdapat 95 saham yang mengalami penurunan harga dan 149 saham lainnya tidak mengalami perubahan posisi.
Sentimen Pendorong dan Proyeksi
Analis dari BRI Danareksa Sekuritas memaparkan bahwa laju positif didorong oleh sentimen pembagian dividen serta aksi pembelian kembali saham oleh emiten besar.
>>> Bahlil Panggil Pimpinan PLN Selidiki Pemadaman Listrik di Jawa
Selain itu, langkah efisiensi anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis turut menjadi katalis pasar.
“Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak terbatas dengan support di 5.728–5.653 dan resistance di 5.960–6.000,” tulis riset BRI Danareksa Sekuritas.
Untuk pilihan saham harian, mereka merekomendasikan saham DSSA, MBMA, dan BBNI.
Di sisi lain, riset Phintraco Sekuritas menilai bahwa penguatan pasar Asia terdorong oleh kepastian damai di Timur Tengah.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri perselisihan dengan Iran.
Dokumen perdamaian final tersebut dikabarkan akan segera ditandatangani di benua Eropa setelah pembatalan rencana serangan militer sebelumnya.
>>> BEI Pantau Saham Solusi Environment Asia Akibat Transaksi Tidak Wajar
“Sementara itu secara teknikal, MACD IHSG berpotensi membentuk golden cross dan IHSG ditutup di atas level MA5 dan MA10,” papar Phintraco.
Melalui analisis tersebut, IHSG diproyeksikan menguji rentang 5.900 hingga 5.950. Phintraco Sekuritas memilih saham ISAT, EXCL, CLEO, INTP, dan AADI untuk perdagangan hari ini.
Selanjutnya, CGS International Sekuritas Indonesia melihat dampak positif dari penguatan bursa Wall Street dan kenaikan harga komoditas global.
Namun, pasar masih dibayangi sentimen negatif dari pelemahan nilai tukar rupiah, aksi jual investor asing, serta rencana aksi massa.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 5.780–5.675 dan resistance 5.995–6.100,” terang CGS International Sekuritas.
Saham pilihan dari CGS International meliputi TLKM, ISAT, EXCL, UNVR, BBNI, dan BBCA.
>>> Toprak Razgatlioglu Soroti Masalah Akselerasi Motor Yamaha di MotoGP Hungaria
Sementara itu, Panin Sekuritas memprediksi penguatan indeks akibat meredanya tensi geopolitik, stabilitas rupiah, dan kenaikan harga komoditas dengan rekomendasi saham MIKA, MTEL, dan TOWR.