Investor asing mulai gencar membeli saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) pada sesi pertama perdagangan Kamis (11/6/2026).
Aksi beli bersih atau net buy oleh investor asing tersebut mencapai volume 6 juta saham dengan nilai akumulasi sekitar Rp21,16 miliar.
Data ini dilansir dari Investor Daily berdasarkan laporan BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS).
Meskipun mencatatkan net buy asing, harga saham BBNI justru ditutup melemah 1,16 persen ke level Rp3.410 per lembar pada jeda siang perdagangan hari ini.
Aktivitas perdagangan saham emiten perbankan tersebut tercatat mencapai volume 77,4 juta saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 14.864 kali dan nilai total transaksi Rp272,81 miliar.
Valuasi dan Kinerja Keuangan
Secara fundamental, saham BBNI menunjukkan valuasi yang menarik dengan rasio price to book value (PBV) sebesar 0,79 kali dan price earning ratio (PER) berada di angka 6,26 kali (TTM).
Kapitalisasi pasar Bank Negara Indonesia saat ini tercatat bernilai Rp127,18 triliun.
Sementara itu, Mandiri Sekuritas dalam Equity Valuation tetap merekomendasikan beli saham BBNI dengan target harga Rp4.600.
Kinerja keuangan perseroan juga mencatatkan pertumbuhan positif dengan raihan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp5,66 triliun sepanjang kuartal pertama tahun 2026.
Pencapaian kuartalan ini melanjutkan tren positif dari tahun buku 2025 ketika BNI berhasil mengantongi laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp20,04 triliun atau setara dengan Rp537 per saham.