Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Sesi I di zona merah dengan koreksi tajam.
Berdasarkan data Bloombergtechnoz, indeks terpangkas 112,97 poin atau melemah 1,91% ke level 5.789 pada Kamis (11/6/2026).
>>> Kemenkes Bantah Peresmian RSUD KH Muhammad Thohir Sekadar Seremonial
Pelemahan juga terjadi pada indeks LQ45 yang turun 10,88 poin atau 1,85% ke posisi 578,59.
Nilai tukar rupiah ikut terdepresiasi 0,12% ke level Rp17.974/US$ pada pukul 12:30 WIB.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat volume perdagangan mencapai 22,25 miliar saham dengan nilai transaksi Rp12,67 triliun.
Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1,53 juta kali.
Sepanjang sesi, IHSG bergerak fluktuatif dengan rentang tinggi. Indeks sempat menguat ke level 6.010 sebelum jatuh ke posisi terendah di level 5.788.
>>> IHSG Anjlok 112 Poin, Dipicu Konflik AS-Iran dan Inflasi AS
Secara umum, pasar didominasi koreksi massal. Sebanyak 500 saham mengalami penurunan, sementara 185 saham menguat dan 128 saham stagnan.
Penurunan Penjualan Ritel Domestik
Tekanan pada bursa saham dipicu oleh rilis data ekonomi domestik dari Bank Indonesia (BI). Survei Penjualan Eceran menunjukkan penurunan performa ritel, baik bulanan maupun tahunan.
Indeks Penjualan Riil (IPR) periode April berada di angka 226,9, terkontraksi 3,7% secara tahunan. Angka ini berbalik dari pertumbuhan positif 3,4% pada Maret.
Pencapaian April menjadi rekor pertumbuhan penjualan eceran terendah sejak Mei 2023. Secara bulanan, penjualan ritel April menyusut 11,6%, berbanding terbalik dari pertumbuhan Maret yang mencapai 10,3%.
>>> Tiga Smartphone Android Murah dengan Desain Modul Kamera Mirip iPhone 17 Pro
Sentimen negatif diperparah oleh penurunan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Mei 2026 ke angka 120,9, dari sebelumnya 123.
Level ini menjadi yang terendah sejak September 2025.
Eskalasi Geopolitik Selat Hormuz
Dari eksternal, pelaku pasar fokus pada memanasnya tensi geopolitik Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Iran. Iran secara resmi menutup total jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Komando Gabungan Tertinggi Militer Iran melarang semua jenis kapal, termasuk komersial dan tanker minyak, melintas. Iran juga mengancam akan menyerang kapal yang nekat melewati jalur tersebut.
Sektor barang baku, energi, dan transportasi menjadi motor utama penyeret indeks, dengan kejatuhan masing-masing 6,26%, 3,16%, dan 2,93%.
>>> Samator Indo Gas Bagikan Dividen Tunai Rp35 Miliar
Saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) anjlok 12,8%, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turun 10,2%, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melemah 9,6%.
