⌂ Beranda News IHSG Anjlok 112 Poin, Dipicu Konflik AS-Iran dan Inflasi AS
News

IHSG Anjlok 112 Poin, Dipicu Konflik AS-Iran dan Inflasi AS

Grafik IHSG anjlok akibat konflik AS-Iran dan inflasi
Grafik IHSG anjlok akibat konflik AS-Iran dan inflasi
A A Ukuran Teks16px

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam sebesar 112 poin atau 1,91% ke posisi 5.789 pada perdagangan Kamis (11/6/2026).

Koreksi ini dipicu oleh memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah dan kenaikan inflasi di Amerika Serikat.

Konflik AS-Iran dan Penutupan Selat Hormuz

Ketegangan antara kekuatan militer AS dan Iran menjadi faktor utama yang mengguncang stabilitas pasar.

Serangan militer AS ke wilayah Iran memicu kekhawatiran akan gagalnya proses rekonsiliasi damai.

Pemerintah Iran membalas dengan menyasar armada kapal AS di Selat Hormuz dan menutup total jalur pelayaran di kawasan strategis tersebut.

Penutupan Selat Hormuz diproyeksikan menghambat rantai pasok energi global karena merupakan rute utama distribusi minyak mentah dunia.

Inflasi AS dan Ekspektasi Suku Bunga Tinggi

Tekanan terhadap pasar modal diperparah oleh rilis data ekonomi AS yang menunjukkan laju inflasi tahunan naik dari 3,8% menjadi 4,2%.

Lonjakan harga bahan bakar dan komoditas energi akibat konflik regional menjadi motor utama kenaikan inflasi.

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menyatakan kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Kebijakan suku bunga tinggi dipandang negatif karena berpotensi membebani pertumbuhan ekonomi dan mengerek biaya modal korporasi.

Dampak Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi

Dari dalam negeri, kebijakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax turut menjadi perhatian pelaku pasar karena berpotensi menekan daya beli.

Meskipun harga Pertalite tidak berubah, kenaikan harga Pertamax dikhawatirkan memicu migrasi konsumsi ke BBM bersubsidi.

Pasar mewaspadai potensi kenaikan inflasi akibat meningkatnya biaya transportasi yang berdampak pada harga barang dan jasa.

Pergerakan Saham dan Rekomendasi

Pada sesi pertama perdagangan, saham KOPI, BABY, OILS, RISE, dan YUPI berada di barisan teratas penguatan.

Sementara saham HRTA, TRIN, ARCI, MPRO, dan GRIA menjadi yang terlemah.

PT Astra International Tbk (ASII) direkomendasikan beli dengan target support di level 4.680 dan resistance di level 5.000.

📰 Update Terbaru