Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membantah tudingan bahwa peresmian Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH Muhammad Thohir di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, hanya bersifat seremonial.
Tudingan itu muncul karena keterbatasan alat kesehatan di rumah sakit tersebut.
>>> Kenali Ciri Rekening Bank Dibobol dan Cara Mengatasinya
Kritik mencuat setelah beredar rekaman dialog antara Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Dalam dialog itu, Presiden menanyakan ketersediaan alat penunjang medis canggih, seperti MRI.
Menkes Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa rumah sakit tersebut dilengkapi CT Scan, bukan MRI. Ia menyebut harga MRI mencapai Rp20 miliar, sementara CT Scan sekitar Rp9 miliar.
Alat MRI ditempatkan di tingkat provinsi.
>>> BI Catat Penjualan Eceran April 2026 Melambat Akibat Normalisasi Pasca Lebaran
Menkes juga meminta maaf atas keterlambatan pengiriman beberapa peralatan medis. Ia mengakui bahwa proses pengadaan alat seperti Cathlab masih dalam perjalanan.
Gedung rumah sakit selesai lebih dulu sebelum alat dipesan.
Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Azhar Jaya menegaskan bahwa operasional RSUD sudah berjalan. Rumah sakit bahkan telah melayani tindakan bedah bagi pasien.
Ia menjelaskan bahwa pengiriman alat seperti Cathlab memerlukan uji kelayakan dari BAPETEN yang memakan waktu.
>>> IHSG Naik ke Level 5.902, Saham BBCA Jadi Motor Utama
Pemerintah memutuskan untuk mengoperasikan gedung RSUD yang sudah selesai agar warga segera mendapat akses medis.
Sebelumnya, warga harus menempuh perjalanan hingga tujuh jam untuk berobat ke rumah sakit lain.
"Masyarakat senang sekali mendapat RS bagus dengan pelayanan bagus. Mereka ingin segera memanfaatkannya.
>>> Akurasi Tembakan OG Anunoby Antar New York Knicks Ungguli Spurs
Jika menunggu alat lengkap, butuh waktu tiga sampai empat bulan lagi," ujar Azhar.
