⌂ Beranda News IHSG Naik ke Level 5.902, Saham BBCA Jadi Motor Utama

IHSG Naik ke Level 5.902, Saham BBCA Jadi Motor Utama

IHSG Naik ke Level 5.902, Saham BBCA Jadi Motor Utama
Grafik penurunan saham BBCA
A A Ukuran Teks16px

Indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Rabu (10/6/2026). Indeks ditutup naik 2,71% menuju level 5.902.

Pada hari sebelumnya, IHSG melonjak signifikan sebesar 7,57%. Saham BBCA kembali menjadi penopang utama pergerakan indeks.

>>> Pemerintah Buka 30 Ribu Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih 2026

Volume transaksi BBCA menembus Rp 4,1 triliun, angka tertinggi dibandingkan saham lainnya. Sebanyak 747,4 juta saham berpindah tangan melalui 122.371 kali transaksi.

Pada perdagangan sehari sebelumnya, nilai transaksi BBCA juga memimpin pasar dengan membukukan Rp 3,86 triliun. Pergerakan IHSG selama dua hari terakhir dinilai menarik.

Analis: Investor Domestik Dominan

Analis Sinarmas Sekuritas Yosua Zisokhi mengatakan, kenaikan ini perlu dikonfirmasi pada hari-hari berikutnya. Namun, dalam dua hari terakhir, investor domestik tampak dominan dan memegang kendali.

Aksi jual bersih investor asing atau net sell masih menyelimuti kenaikan IHSG dengan nilai mencapai Rp 3,13 triliun.

Aksi jual terutama menyasar saham-saham blue chip.

BBRI dan TPIA mencatatkan jual bersih asing terbesar masing-masing senilai Rp 571,3 miliar dan Rp 395 miliar.

Meskipun dilepas oleh investor asing, harga saham BBRI berhasil menguat 3,23% ke posisi Rp 2.880.

Sebaliknya, saham TPIA anjlok 7,42% ke level Rp 1.810 setelah sempat melesat pada sesi pertama perdagangan.

>>> Kenali Ciri Ponsel Disadap dan Cara Mengamankannya

Total nilai transaksi perdagangan pada Rabu mencapai Rp 31,7 triliun.

Investor domestik membukukan pembelian Rp 20,2 triliun, sementara investor asing melakukan pembelian Rp 11,5 triliun dan penjualan Rp 14,7 triliun.

Yosua menilai ini sinyal positif karena menunjukkan pulihnya kepercayaan investor terhadap prospek saham di Indonesia.

Saham BBCA menunjukkan performa impresif dengan melonjak 9,71% saat indeks hanya menguat 2,71%.

Hal ini terjadi setelah saham tersebut melesat 6,19% ketika IHSG terbang 7,57% pada hari sebelumnya.

Selain nilai transaksi yang tinggi, aksi jual asing pada saham BBCA juga mulai menyusut.

Nilai jual bersih asing di pasar reguler untuk saham ini hanya tercatat sebesar Rp 36 miliar.

Yosua menambahkan, saat IHSG rebound setelah tekanan jual ekstrem, investor institusi akan berbondong-bondong masuk ke saham blue chip yang salah harga.

>>> Umat Islam Siapkan Amalan Surat Yasin Malam Tahun Baru Islam 1448 H

Saham perbankan seperti BBCA, BBNI, BMRI, dan BBRI menjadi pilihan utama karena kinerja keuangan yang sangat baik, fundamental kuat, dan konsisten membagi dividen.

Fluktuasi IHSG ke depan diperkirakan masih relatif tinggi karena lonjakan kencang selama dua hari belum diimbangi oleh aliran dana asing masuk.

Investor cenderung memanfaatkan momentum untuk mengambil keuntungan begitu muncul tanda-tanda koreksi.

Namun, tekanannya tidak akan seberat pekan-pekan sebelumnya seiring tingginya komitmen otoritas fiskal dan moneter dalam memperbaiki keadaan.

BI sudah menaikkan suku bunga acuan dua kali berturut-turut untuk menjaga nilai tukar.

Pemerintah menaikkan harga BBM non subsidi untuk mengurangi tekanan fiskal. Pemerintah juga sudah menyampaikan informasi yang lebih jelas terkait peran BUMN ekspor dalam konteks ekspor SDA strategis.

Perbaikan kebijakan serta komunikasi positif antara otoritas dan pelaku pasar diharapkan dapat membangkitkan optimisme terhadap prospek IHSG.

Investor domestik saat ini cenderung fokus pada faktor fundamental dan profitabilitas emiten.

>>> NASA Ungkap Alasan Manusia Belum Kembali ke Bulan

Yosua menuturkan, jika perusahaan bagus valuasinya sudah kelewat murah, investor pasti berebut beli. Yang penting, situasi makronya terjaga baik.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru