⌂ Beranda News OJK Pastikan Intermediasi Perbankan Tetap Terjaga di Tengah Pelemahan Rupiah

OJK Pastikan Intermediasi Perbankan Tetap Terjaga di Tengah Pelemahan Rupiah

OJK Pastikan Intermediasi Perbankan Tetap Terjaga di Tengah Pelemahan Rupiah
OJK pastikan intermediasi perbankan terjaga di tengah pelemahan rupiah
A A Ukuran Teks16px

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan intermediasi perbankan nasional tetap terjaga dengan baik.

Hal ini terjadi meskipun mata uang rupiah sedang mengalami tren pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat.

>>> Cara Top Up Saldo DANA di Alfamart dengan Cepat dan Mudah

Penegasan tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI pada Rabu (10/6/2026).

Indikator Intermediasi Masih Positif

“Di tengah tekanan nilai tukar, indikator intermediari, perbankan juga secara agregat masih mencatatkan posisi net long,” kata Friderica Widyasari Dewi.

Wanita yang akrab disapa Kiki itu menambahkan bahwa eksposur risiko nilai tukar perbankan saat ini masih terkendali.

Posisi devisa neto berada di bawah ambang batas yang ditetapkan.

Lembaga pengawas keuangan tersebut merespons situasi ini dengan memperkuat pengawasan yang bersifat melihat ke depan.

>>> IHSG Melemah 1,91 Persen pada Sesi Pertama Perdagangan

Pengawasan dilakukan melalui pelaksanaan uji stres secara berkala.

Langkah pemantauan ketat juga difokuskan pada risiko likuiditas, permodalan, kualitas aset, hingga konsentrasi risiko perbankan.

Prioritas strategi diarahkan untuk memperkokoh fungsi intermediasi dan memperluas aset jasa keuangan.

Selain itu, ekosistem dan pembiayaan bagi sektor UMKM terus ditingkatkan.

Pendalaman pasar keuangan terus dipacu sebagai sumber pembiayaan pembangunan.

Pengembangan ekonomi hijau juga didorong lewat penerapan nilai ekonomi digital.

>>> Apindo Khawatirkan Pasar Monopsoni Akibat Regulasi Baru Ekspor SDA

Kondisi pasar menunjukkan rupiah membuka perdagangan hari Kamis (11/6/2026) dengan penguatan.

Mata uang Indonesia sempat terapresiasi sebesar 0,03 persen ke level Rp17.948/US$ saat pembukaan.

Penguatan terjadi di tengah gejolak geopolitik antara Amerika Serikat, Iran, dan Israel.

Namun, rupiah akhirnya melemah 0,09 persen ke Rp17.970/US$.

Apresiasi nilai tukar yang terjadi sebelumnya didorong oleh bangkitnya aset-aset domestik.

>>> Play-Ins FFNS 2026 Fall: 36 Tim Berebut Tiket Grand Final

Otoritas moneter sebelumnya mengerek suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru