⌂ Beranda News KCIC Larang Warga Main Layang-Layang Dekat Jalur Kereta Whoosh

KCIC Larang Warga Main Layang-Layang Dekat Jalur Kereta Whoosh

KCIC Larang Warga Main Layang-Layang Dekat Jalur Kereta Whoosh
Ilustrasi larangan bermain layang-layang di dekat jalur kereta cepat Whoosh
A A Ukuran Teks16px

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) melarang masyarakat bermain layang-layang di sekitar jalur operasional Kereta Cepat Whoosh.

Larangan ini dikeluarkan menjelang periode libur sekolah pada Kamis (11/6/2026).

>>> IHSG Melonjak, Investor Asing Justru Catat Net Sell Besar

Langkah antisipasi diambil karena aktivitas tersebut berpotensi meningkat dan membahayakan keselamatan perjalanan kereta cepat.

Imbauan KCIC untuk Orang Tua dan Sekolah

Eva Chairunisa, General Manager Corporate Secretary KCIC, mengajak orang tua, masyarakat, dan pihak sekolah untuk mengawasi anak-anak saat bermain.

Layang-layang yang putus dapat tersangkut pada jaringan listrik aliran atas Whoosh.

Hal itu membahayakan keselamatan perjalanan Whoosh. Eva menyampaikan imbauan tersebut dalam keterangan resmi.

Berdasarkan data operasional, petugas lapangan telah mengamankan 452 layang-layang beserta benangnya di sepanjang jalur Whoosh sejak 2024 hingga Mei 2026.

>>> JI BLUE Rilis Lagu Keshiki dan Puncaki Billboard Japan Hot 100

Temuan terbanyak berada di tiga wilayah rawan, yaitu Padalarang, Cimahi, dan Bandung.

Tren pelanggaran meningkat signifikan setiap tahun. Pada 2024, petugas mengamankan 25 layangan.

Jumlah itu melonjak menjadi 317 temuan pada 2025, dan 110 temuan pada Januari hingga Mei 2026.

Larangan berlaku ketat dalam radius minimal 3 kilometer di sisi kanan dan kiri jalur rel.

Benang atau layangan yang putus dikhawatirkan tersangkut pada Overhead Catenary System (OCS) yang menyuplai daya utama kereta.

>>> Kementerian ESDM Pastikan Harga Pertalite dan Solar Subsidi Tidak Naik

Tegangan tinggi pada jaringan tersebut berisiko merusak pantograf dan memicu keterlambatan massal. Hal itu dapat merugikan ribuan penumpang.

Untuk memitigasi risiko, manajemen rutin menggelar patroli, memasang papan imbauan, dan berkoordinasi dengan aparat kewilayahan setempat.

Program edukasi keselamatan telah menjangkau 7.827 siswa di 38 sekolah serta masyarakat di 6 kecamatan rawan.

Eva menegaskan keselamatan operasional Whoosh membutuhkan dukungan masyarakat. Ia mengajak warga untuk menjaga keamanan jalur kereta cepat dan melaporkan potensi gangguan.

Masyarakat dapat melaporkan gangguan melalui Contact Center KCIC di WhatsApp 0811-8888-111 atau email cs@kcic. co.

>>> Yamaha Racing Indonesia Targetkan Podium di ARRC Motegi

id.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru