⌂ Beranda News DPR Soroti Dampak Kenaikan Harga Pertamax Terhadap Inflasi

DPR Soroti Dampak Kenaikan Harga Pertamax Terhadap Inflasi

DPR Soroti Dampak Kenaikan Harga Pertamax Terhadap Inflasi
Suasana rapat DPR RI membahas dampak kenaikan harga Pertamax
A A Ukuran Teks16px

Kenaikan harga Pertamax yang diumumkan pada Rabu (10/6/2026) diprediksi akan memicu inflasi dan menggeser konsumsi bahan bakar minyak ke Pertalite.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun di Jakarta.

>>> Kapan Layanan BPJS Kesehatan Aktif setelah Pendaftaran dan Pelunasan Tunggakan

Ia menilai penyesuaian tarif bensin RON 92 tersebut tidak akan menyebabkan lonjakan inflasi yang drastis.

Sebab, komoditas ini lebih banyak digunakan oleh konsumen ritel daripada sektor industri.

"Pasti kalau kenaikan BBM ini akan diikuti dengan kenaikan inflasi, pasti. Berapa persennya?

Itu nol koma sekian, kita belum tahu," ujarnya.

Ia juga menambahkan analisis mengenai perbedaan dampak antara konsumsi masyarakat dan sektor usaha terhadap stabilitas harga.

"[Pihak] yang biasanya memberikan tekanan yang paling berat itu adalah [konsumsi BBM oleh] industri," jelas Misbakhun.

>>> Harga Emas Dunia Merosot ke Level Terendah 11 Pekan

Meskipun dampak inflasi diproyeksi minim, potensi perpindahan konsumen ke Pertalite dinilai tetap terbuka lebar.

Selisih harga kedua jenis BBM kini mencapai Rp6.250 per liter.

"Sudah dilakukan penghitungan-penghitungan. Nanti kita akan melihat dampaknya seperti apa.

Pemerintah mungkin sempat menunda [kenaikan harga Pertamax]. Pertamax Turbo kan sudah terakumulasi [naik harga], tetapi kan Pertamax belum.

Nah, sekarang kan Pertamax mulai dilakukan penyesuaian," tuturnya.

Guna mengantisipasi dampak pergeseran konsumsi tersebut, DPR bersama pemerintah saat ini tengah membahas skema pemberian insentif baru untuk masyarakat.

>>> Gerhana Matahari Total Agustus 2026 Lintasi Eropa dan Atlantik Utara

"Sedang didiskusikan. Sudah dibahas, sedang dilakukan upaya penghitungan apa yang nanti menjadi sektor stimulus atau insentif.

[Hal] yang pasti, biasanya masyarakat yang menggunakan Pertamax itu kan yang berimpitan dengan Pertalite. Nah, kami ingin memastikan apa yang mereka butuhkan sebagai stimulus," ujar Misbakhun.

Kenaikan Harga Pertamax dan Kebijakan Pertamina

PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga Pertamax dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter.

Kebijakan ini diambil setelah mengevaluasi harga minyak dunia dan berkoordinasi dengan regulator.

"Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal," kata Roberth MV Dumatubun, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga.

Bersamaan dengan penyesuaian ini, Pertamina tetap mempertahankan harga Pertalite pada angka Rp10.000 per liter dan Solar seharga Rp6.800 per liter.

>>> Kampanye Waste Wise Campus: Universitas Bakrie Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Total anggaran subsidi serta kompensasi energi tahun 2026 dianggarkan sebesar Rp381,3 triliun.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru