⌂ Beranda News Pertamina dan ITS Operasikan Kapal Pembersih Sampah Otomatis di Bali

Pertamina dan ITS Operasikan Kapal Pembersih Sampah Otomatis di Bali

Pertamina dan ITS Operasikan Kapal Pembersih Sampah Otomatis di Bali
Kapal Autonomous Trash Skimmer karya Pertamina dan ITS beroperasi di Pantai Sekeh, Bali
A A Ukuran Teks16px

PT Pertamina (Persero) berkolaborasi dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) meluncurkan kapal pembersih sampah otomatis bernama Autonomous Trash Skimmer.

Fasilitas ini resmi dioperasikan di Pantai Sekeh, Kabupaten Badung, Bali.

>>> Subsidi Pertalite Diprediksi Jebol Kuota Akibat Kenaikan Harga Pertamax

Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya modernisasi pengelolaan wilayah perairan secara berkelanjutan. Keberadaan sampah laut dinilai menjadi kendala serius bagi ekosistem, estetika pariwisata, hingga jalur distribusi energi.

Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, menjelaskan bahwa kehadiran kapal ini menjadi bentuk nyata kepedulian korporasi terhadap kelestarian alam.

Teknologi modern ini juga dimanfaatkan bersama masyarakat pesisir.

"Persoalan tentang sampah ini tidak hanya mengganggu keindahan pantai, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan lingkungan dan perekonomian Bali melalui sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi Bali," kata Mochamad dalam keterangan resminya, Rabu (10/6/2026).

"Bagi industri, termasuk Pertamina, sampah laut juga merupakan risiko operasional, di mana sampah dapat mengganggu baling-baling kapal, menyumbat sistem pendingin peralatan dan mesin-mesin, sehingga berpotensi mengganggu kelancaran distribusi energi," sambungnya.

Kawasan The Patra Bali Resort & Villas serta AFT Ngurah Rai dipilih sebagai lokasi proyek percontohan awal.

>>> Pertamina Naikkan Harga Pertamax Jadi Rp16.250 per Liter

Melalui inisiatif ini, perusahaan menargetkan reduksi sampah di area pesisir operasi tersebut mencapai 1 ton per tahun.

"Pemilihan lokasi pemasangan yang berada berdampingan dengan Patra Bali Resort & Villas dan AFT Ngurah Rai, memiliki nilai strategis, karena menopang kawasan pariwisata sekaligus infrastruktur energi yang vital bagi Bali," ungkapnya.

Selain wilayah Bali, Pertamina turut menerapkan program serupa di wilayah operasi TBBM Kotabaru, tepatnya di Desa Semayap dan Desa Rampa, Kalimantan.

Target penanggulangan sampah di pesisir Kalimantan tersebut diproyeksikan menyentuh angka 20 ton per tahun.

Program Autonomous Trash Skimmer digulirkan lewat pilar Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Langkah ini mengintegrasikan peran Pertamina International Shipping, Pertamina Foundation, Patra Jasa, akademisi ITS, serta komunitas nelayan lokal.

>>> Tiga Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik Resmi Masuk PSN

Secara teknis, kapal ini dirancang dengan panjang 8 meter menggunakan struktur lambung ganda atau catamaran.

Wahana ini mengadopsi perangkat sensor ultrasonik, kamera pemantau, GPS, kecerdasan buatan (AI), serta sistem pengawasan real-time.

Sistem penggerak kapal mengandalkan motor listrik berbasis hibrida yang disokong oleh panel surya penangkap energi terbarukan.

Metode ini memastikan operasional pembersihan tetap ramah lingkungan dan minim emisi gas buang.

Komponen pendukung operasional meliputi jaring penampung di bagian tengah lambung, perangkat pencacah limbah plastik, serta sistem katrol elektrik dengan daya angkat beban mencapai 500 kilogram.

Replikasi program pembersihan otomatis ini dijadwalkan menyasar beberapa titik operasi lain, termasuk Integrated Terminal Cilacap, Integrated Terminal Balongan, Fuel Terminal Maos, Fuel Terminal Ternate, Fuel Terminal Wayame, Fuel Terminal Parepare, Fuel Terminal Masohi, hingga FT Labuan Bajo.

>>> Netflix Perbarui Aplikasi dengan Fitur Klip dan Ruang Game Anak

"Ke depan, program ini diharapkan menjadi model pengelolaan sampah perairan berbasis teknologi yang dapat direplikasi di berbagai wilayah operasi Pertamina yang berdekatan di wilayah pesisir di seluruh Indonesia," pungkas Mochamad Iriawan.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru