⌂ Beranda News Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.905,9 terhadap Dolar AS pada 10 Juni 2026

Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.905,9 terhadap Dolar AS pada 10 Juni 2026

Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.905,9 terhadap Dolar AS pada 10 Juni 2026
Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
A A Ukuran Teks16px

Nilai tukar rupiah bergerak bervariasi pada perdagangan pagi ini, 10 Juni 2026. Mata uang Garuda berhasil mencatat penguatan tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Investing hingga pukul 09.00 WIB, rupiah menguat 0,06 persen ke level Rp17.905,9 per dolar AS.

>>> Harga Emas Antam 10 Juni 2026 Turun Rp20.000 per Gram

Penguatan ini terjadi meskipun indeks dolar AS (DXY) juga naik tipis 0,10 persen ke posisi 99,987.

Selain unggul terhadap dolar AS, rupiah mampu menekan baht Thailand. Mata uang Thailand tersebut melemah 0,06 persen ke level Rp543,08.

Pelemahan terhadap Mata Uang Asia Lainnya

Namun, kinerja rupiah tidak sepenuhnya positif di kawasan Asia. Rupiah terpantau melemah terhadap beberapa mata uang utama regional.

Terhadap yen Jepang, rupiah turun 0,12 persen ke level Rp111,63.

>>> Saham BCA Melonjak 4,37 Persen Didorong Aksi Borong Investor

Pelemahan juga terjadi saat berhadapan dengan won Korea Selatan yang turun 0,10 persen ke posisi Rp11,75 per won.

Selanjutnya, rupiah melemah 0,08 persen ke level Rp2.642,51 terhadap yuan Tiongkok.

Tekanan juga datang dari ringgit Malaysia yang membuat rupiah terkoreksi 0,06 persen ke posisi Rp4.405,11.

Rupiah juga mengalami koreksi tipis 0,03 persen ke level Rp13.903,28 terhadap dolar Singapura. Sementara itu, nilai tukar euro terhadap rupiah stagnan pada level Rp20.772.

>>> 5 Tanda Anak Cerdas yang Sering Disalahartikan sebagai Kenakalan

Harga Emas Terkoreksi Tajam

Di pasar komoditas, harga emas dunia mengalami penurunan cukup tajam pada perdagangan pagi ini. Logam mulia internasional tersebut merosot 1,76 persen atau berkurang sekitar 74,90 poin.

Penurunan ini menempatkan harga emas di level USD4.184,62 per troy ons. Koreksi harga emas sejalan dengan menguatnya indeks dolar AS.

Penguatan dolar AS membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Hal ini memicu penurunan minat investasi pada aset aman tersebut.

Para pelaku pasar masih terus memantau perkembangan situasi global.

>>> Bupati Luwu Resmikan Akademi MATAPPA untuk Tingkatkan Kompetensi Kerja

Dinamika kebijakan suku bunga bank sentral utama dan isu geopolitik menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi volatilitas mata uang dan komoditas.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru