Perusahaan energi asal China, CHINT Solar, berkomitmen menanamkan modal di sektor energi terbarukan Indonesia.
Rencana ini disampaikan langsung oleh jajaran pimpinan saat mengunjungi kantor Kementerian Keuangan di Jakarta Pusat pada Selasa, 9 Juni 2026.
>>> IHSG Bergerak Bervariasi, Lima Saham Melonjak Signifikan
Langkah investasi didorong oleh penilaian positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Kebijakan terbaru pemerintah mengenai transisi energi bersih dan besarnya populasi di Asia Tenggara menjadi daya tarik utama.
CEO CHINT Solar Lu Chuan mengatakan Indonesia adalah negara yang sangat potensial dan berkembang pesat secara ekonomi.
Ia juga menyebut kebijakan energi terbarukan yang telah diumumkan publik membuat pihaknya merasa nyaman.
>>> Rupiah Menguat ke Rp17.918 per Dolar AS pada Perdagangan Rabu Pagi
Kehadiran investor China sebelumnya juga memperkuat keyakinan perusahaan. Pengalaman positif para investor terdahulu menjadi landasan untuk proyeksi bisnis jangka panjang di Tanah Air.
Pihak manajemen berharap ada regulasi fiskal yang konsisten dan berkeadilan. Fokus utama penyesuaian ada pada kebijakan pajak bea masuk barang modal untuk kebutuhan proyek.
Chuan berharap kebijakan tersebut dapat berlangsung setidaknya 5 hingga 10 tahun. Hal ini agar perusahaan dapat menyelesaikan pekerjaan di Indonesia.
Perusahaan juga membidik integrasi bisnis secara menyeluruh dengan ekosistem lokal. Dukungan regulasi tambahan bagi korporasi internasional sangat dinantikan guna mempermudah realisasi proyek di berbagai daerah.
>>> Harga BBM SPBU Swasta Ikut Naik, BP Terapkan Tarif Baru per Juni 2026
Di sisi lain, induk usaha CHINT Group tengah menjajaki kemitraan dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Penjajakan ini difokuskan pada penyediaan solusi energi cerdas di tingkat pedesaan.
Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Industri dan Ekonomi Lingkungan, Michael Goutama, mengonfirmasi komunikasi intensif telah berjalan selama hampir dua tahun.
Pertemuan tatap muka ini menjadi momentum krusial untuk merumuskan langkah konkret.
>>> Kisah Ibu Menyusui yang Salah Kira Kanker Payudara Sebagai Mastitis
Realisasi kerja sama ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman dan penyusunan rencana aksi teknis. Sebanyak sembilan orang anggota tim didelegasikan langsung ke Indonesia untuk memastikan proyek berjalan sesuai target.
