Nilai tukar rupiah menguat 0,79 persen ke posisi Rp17.918 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Rabu, 10 Juni 2026.
Penguatan ini merupakan respons atas kebijakan pengetatan moneter Bank Indonesia (BI).
>>> Harga BBM SPBU Swasta Ikut Naik, BP Terapkan Tarif Baru per Juni 2026
Berdasarkan data Bloomberg Technoz, rupiah kemudian bergerak ke posisi Rp17.949 per dolar AS pada pukul 09.12 WIB.
Langkah BI dan Kemenkeu
BI menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen.
Untuk memperkuat rupiah, BI juga meningkatkan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) hingga 7,25 persen.
Kementerian Keuangan turut melakukan normalisasi kurva imbal hasil dengan menjual Surat Utang Negara (SUN) bertenor panjang.
>>> Kisah Ibu Menyusui yang Salah Kira Kanker Payudara Sebagai Mastitis
Tim analis menilai kebijakan pre-emptive BI masih akan memengaruhi pasar obligasi domestik.
Laporan Mega Capital Sekuritas menyebut kenaikan yield SUN berpotensi berlanjut setelah kenaikan suku bunga.
Laporan itu disusun oleh Lionel Priyadi dan Nanda Puput Rahmawati.
Mega Capital Sekuritas memproyeksikan kerja sama BI dan Kemenkeu dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) akan terus berjalan.
Targetnya, rupiah kembali ke kisaran Rp17.500 sampai Rp17.900 per dolar AS.
>>> Arai Agaska Targetkan Poin Tambahan di Seri Kelima World Sportbike Misano
Jika target tercapai, BI diperkirakan tidak mengubah suku bunga acuan pada Rapat Dewan Gubernur pekan depan.
Dari sisi eksternal, indeks dolar AS naik ke level 100,01 dan harga minyak mentah bertahan di US$92,3 per barel.
Pemerintah Indonesia menaikkan harga Pertamax 32,1 persen menjadi Rp16.250 per liter untuk menekan defisit fiskal.
Di pasar regional Asia, rupiah memimpin penguatan bersama won Korea Selatan yang naik 0,21 persen dan dolar Hong Kong 0,01 persen.
>>> Menkes Tegaskan Layanan BPJS Kesehatan Harus Sama Tanpa Pilih Kasta
Sebaliknya, baht Thailand, ringgit Malaysia, dolar Singapura, yuan China, dolar Taiwan, dan peso Filipina melemah akibat ketidakpastian geopolitik AS-Iran.