⌂ Beranda News Harga Emas Dunia Merosot ke Level Terendah dalam Dua Bulan

Harga Emas Dunia Merosot ke Level Terendah dalam Dua Bulan

Harga Emas Dunia Merosot ke Level Terendah dalam Dua Bulan
Grafik harga emas dunia menurun
A A Ukuran Teks16px

Harga emas dunia mengalami penurunan tajam hingga menyentuh level terendah dalam lebih dari dua bulan pada perdagangan Selasa (9/6/2026).

Kemerosotan ini dipicu oleh aksi jual massal di pasar keuangan global serta penguatan ekspektasi pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga acuan oleh The Fed tahun ini.

>>> Gol Stefan Dzodic Bawa Almeria ke Final Playoff Promosi

Berdasarkan data dari Investor Daily, harga emas spot ditutup melemah 1,63 persen ke angka US$ 4.259,52 per ons troi.

Sementara itu, harga kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus juga merosot 1,8 persen ke level US$ 4.284,85 per ons troi.

Kondisi pasar yang menghindari risiko menjadi penyebab utama melemahnya daya tarik logam mulia di mata investor.

Hal ini berdampak langsung pada koreksi berbagai aset investasi, termasuk bursa saham AS seperti indeks S&P 500 dan Nasdaq yang jatuh ke titik terendah dalam satu bulan terakhir.

>>> Puasa Daud: Latih Pengendalian Diri dengan Pola Sehari Berpuasa Sehari Berbuka

"Pelaku pasar terlihat cukup gelisah.

Hampir seluruh pasar bergerak dalam mode risk-off dan kondisi itulah yang mendorong harga emas turun," ujar Bob Haberkorn, Senior Market Strategist RJO Futures.

Tekanan terhadap harga emas dan perak diperkirakan masih berlanjut dalam jangka pendek.

Investor saat ini memilih bersikap waspada sembari menantikan kejelasan indikator ekonomi terkait kebijakan moneter ketat The Fed.

"Jika data inflasi Mei kembali memberikan kejutan ke atas, harga emas kemungkinan akan turun lebih dalam.

>>> Almeria Lolos ke Final Playoff Promosi Usai Kalahkan Castellon 3-2

Namun, kondisi itu juga dapat membuka peluang pemulihan harga pada paruh kedua tahun ini apabila The Fed akhirnya tidak menaikkan suku bunga," tulis Commerzbank.

Lembaga riset tersebut menilai data inflasi berupa Indeks Harga Konsumen yang rilis Rabu (10/6/2026) dan Indeks Harga Produsen pada Kamis (11/6/2026) menjadi parameter krusial bagi kebijakan suku bunga.

Berdasarkan parameter CME FedWatch Tool, probabilitas pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada Desember mendatang kini berada di angka 68 persen.

Penurunan harga akibat sentimen ekonomi global tidak hanya melanda emas, tetapi juga merembet ke sektor logam mulia lainnya.

>>> Partai Demokrat Bantah Keras Keterlibatan AHY dalam Kasus Korupsi BGN

Pada penutupan pasar, harga perak spot tercatat anjlok 4,3 persen menjadi US$ 65,23 per ons troi, platinum melemah 2,1 persen ke level US$ 1.717,30 per ons troi, dan paladium terkoreksi 1,3 persen ke posisi US$ 1.220,92 per ons troi.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru