Tim nasional Vietnam tengah mematangkan persiapan intensif untuk menghadapi persaingan ketat di Grup E Piala Asia 2027. Turnamen ini akan berlangsung di Arab Saudi pada Januari mendatang.
Kepastian peta persaingan diperoleh setelah Yaman mengamankan posisi sebagai tim terakhir yang lolos ke putaran final.
>>> Timnas Indonesia U-19 Siap Tempur di Semifinal Piala AFF U-19 2026
Yaman menumbangkan Lebanon dengan skor 2-0 pada laga tunda Grup B di Stadion Grand Hamad, Qatar, Kamis malam.
Hasil tersebut membawa Yaman memuncaki klasemen akhir Grup B dengan koleksi 14 poin. Lebanon mengemas 13 poin.
Dua gol kemenangan Yaman diborong oleh penyerang berusia 27 tahun, Nasser Al-Gahwashi. Laga terpaksa dialihkan ke Qatar karena alasan keamanan di Jazirah Arab.
Berdasarkan undian resmi, Yaman bergabung di Grup E bersama Korea Selatan, Uni Emirat Arab, dan Vietnam.
Komposisi rival ini serupa dengan lawan tim U17 Vietnam pada Piala Asia U17 2026 lalu.
Langkah Vietnam tergolong berat.
Korea Selatan memiliki kekuatan skuad senilai 137,55 juta euro, sedangkan Uni Emirat Arab berada di peringkat 67 dunia.
Yaman yang bertengger di peringkat 149 dunia mengantongi produktivitas 16 gol dari laga kualifikasi kontra Brunei dan Bhutan.
Namun, mereka langsung gugur tanpa poin pada debutnya di edisi 2019.
Staf kepelatihan Vietnam di bawah arahan Kim Sang-sik membidik pertandingan melawan Yaman sebagai target realistis. Mereka ingin mengamankan poin penuh dan membuka jalan menuju babak gugur.
>>> Sejumlah Perusahaan Ritel Pangkas Harga BBM Diesel Nonsubsidi per Juni 2026
Untuk mematangkan performa, timnas Vietnam dijadwalkan berpartisipasi dalam Piala ASEAN 2026 dan Piala ASEAN FIFA 2026 mulai Juli mendatang.
Mereka juga akan melaksanakan pemusatan latihan di Korea Selatan.
Sektor lini serang Vietnam saat ini diperkuat oleh talenta muda Nguyen Dinh Bac yang telah mengoleksi 10 gol di kompetisi domestik.
Tim juga mendapat suntikan tenaga baru dari pemain naturalisasi seperti Nguyen Filip, Patrik Le Giang, Jason Pendant Quang Vinh, dan Xuan Son.
Kesuksesan gemilang di Piala AFF membantu pelatih Kim Sang-sik mendapatkan kembali kepercayaan penggemar. Ia mengubah tim yang kehilangan semangat menjadi kekuatan yang bersatu dan pantang menyerah.
Namun, para ahli percaya bahwa mengalahkan rival tradisional seperti Thailand dan Malaysia hanyalah pengulangan kejayaan masa lalu.
Kisah epik sesungguhnya yang perlu ditulis Kim terletak di Piala Asia 2027.
"Golden Star Warriors" akan berada di grup yang menantang bersama Korea Selatan, UEA, dan Yaman.
Ini menjadi ujian berat serta menuntut pola pikir taktis yang jauh melampaui turnamen regional.
Sejarah menunjukkan bahwa garis pemisah antara Asia Tenggara dan sepak bola Asia selalu sangat tajam.