Pemerintah Meksiko bersiap mengantisipasi lonjakan wisatawan saat Piala Dunia 2026. Langkah ini berfokus pada pencegahan risiko penularan Infeksi Menular Seksual (IMS).
Otoritas setempat akan mendampingi program ini dengan materi edukasi khusus. Kampanye kesehatan masyarakat selama turnamen besar itu difokuskan pada pengurangan risiko HIV, sifilis, dan gonore.
>>> KPK Konfirmasi Nama Raffi Ahmad Disebut dalam Sidang Korupsi Bea Cukai
Distribusi Kondom dan Edukasi
Meksiko berencana membagikan hingga tujuh juta kondom selama 39 hari turnamen. Sebanyak empat hingga lima juta kondom akan disebarkan, ditambah dua juta unit dari otoritas kesehatan federal.
Roxana Trejo, anggota Komando Operasi Kesehatan Piala Dunia dari Kementerian Kesehatan, menjelaskan bahwa strategi utama program ini tidak hanya pada pembagian kondom.
Fokus gerakan ini adalah penyebaran informasi terkait risiko tinggi penyakit serta metode pengobatannya.
>>> XLSmart Perkuat Jaringan 4G dan 5G di Seluruh Indonesia
"Yang mulai kami lakukan adalah menyiapkan area khusus di bandara dan titik kedatangan bagi pengunjung Piala Dunia.
Di sana mereka bisa mendapatkan kondom dan informasi dalam brosur tentang pencegahan, karena kondom tanpa informasi itu seperti memasukkan permen ke dalam saku," kata Trejo.
>>> Airlangga Hartarto: Kenaikan BI Rate Langkah Tepat Jaga Stabilitas Pasar
Program edukasi mengenai IMS akan ditempatkan di lokasi keramaian. Tempat pariwisata seperti klub malam, bar, dan restoran menjadi target utama karena menjadi lokasi perayaan suporter.
Pihak panitia kesehatan juga akan menyebarluaskan informasi mengenai lokasi pusat penanganan situasi darurat.
Fasilitas kesehatan menyediakan layanan Profilaxis Post Exposición (PEP) untuk menekan risiko infeksi HIV jika kondom robek.
>>> Panduan Memilih Ukuran Sepatu Anak 3 Tahun untuk Dukung Tumbuh Kembang
Sementara itu, Toronto di Kanada telah memulai kampanye seks aman bertema Piala Dunia 2026. Namun, kota-kota penyelenggara di Amerika Serikat belum mengumumkan inisiatif serupa.