Petenis unggulan kedua Alexander Zverev akan berhadapan dengan Flavio Cobolli pada final French Open 2026 di Court Philippe-Chatrier, Paris, Minggu 7 Juni 2026.
Laga ini menjadi kesempatan bagi kedua pemain untuk meraih gelar Grand Slam pertama mereka setelah sejumlah unggulan seperti Carlos Alcaraz, Jannik Sinner, dan Novak Djokovic tersingkir di babak awal.
>>> CFA Pertimbangkan Boikot Piala ASEAN FIFA 2026
Zverev Kuasai Set Pertama
Zverev memenangi set pertama dengan skor telak 6-1 dalam waktu 35 menit. Cobolli, yang tidak bertanding sejak Rabu akibat mundurnya Matteo Arnaldi, melakukan 16 unforced errors.
Sebelum laga, mantan petenis Boris Becker mengungkap catatan unik: enam kekalahan terakhir Zverev terjadi melawan petenis Italia, termasuk Sinner, Cobolli di Munich, dan Luciano Darderi di Roma.
“Enam kekalahan terakhirnya melawan pemain Italia,” kata Becker. Zverev menanggapi santai dan fokus pada pertandingan.
Persahabatan di Lapangan Final
Zverev dan Cobolli memiliki persahabatan erat sejak menjadi rekan setim di Laver Cup 2024. Namun, Zverev menegaskan bahwa final Grand Slam mengesampingkan hubungan personal.
“Saat Anda bermain di final Grand Slam, tidak sulit mengesampingkan persahabatan karena itu berarti Anda mencapai panggung terbaik tenis,” ujar Zverev.
>>> Manchester United Rekrut Ederson dan Raih Dana Tambahan dari Mason Greenwood
Ia mengaku senang melihat Cobolli mencapai final pertamanya. “Dia pemain hebat, orang hebat.
Saya suka dia dan ayahnya,” tambahnya.
Zverev juga menegaskan telah melupakan kekalahan di final US Open 2020, French Open 2024, dan Australian Open 2025.
Ia hanya fokus pada hal yang bisa dikendalikan.
Cobolli: Siap dan Segar
Cobolli, peringkat 14 dunia, mengaku diuntungkan dengan kondisi fisik bugar setelah melewatkan semifinal karena lawan sakit. “Saya akan siap dan segar.
Mungkin tidak bertanding membantu, mungkin tidak. Saya akan tahu setelah final,” katanya.
>>> Timnas Indonesia Latihan Intensif Tanpa Justin Hubner Jelang Lawan Mozambik
Petenis Italia berusia 24 tahun itu memilih menikmati momen tanpa tekanan. “Saya tidak pernah memberi tekanan pada diri sendiri.
Saya suka menjalani momen seperti anak kecil, dengan semangat dan senyuman,” ujarnya.
Cobolli juga mengaku sedikit superstitius selama pekan ini. “Saya sedikit percaya takhayul, tapi tidak gila.
Minggu ini saya sedikit lebih gila dari biasanya,” katanya.
Sebelumnya, Jakub Mensik dari Republik Ceko mengakhiri petualangannya di semifinal setelah kalah dari Zverev akibat kram. “Petualangan indah berakhir di semifinal Roland-Garros.
>>> Bioskop Trans TV Menayangkan Film No Good Deed Malam Ini
Saya bangga dengan apa yang kami capai,” tulis Mensik di media sosial.