⌂ Beranda News Tinggi Fundus Uteri: Parameter Penting Pantau Tumbuh Kembang Janin

Tinggi Fundus Uteri: Parameter Penting Pantau Tumbuh Kembang Janin

Tinggi Fundus Uteri: Parameter Penting Pantau Tumbuh Kembang Janin
Dokter mengukur tinggi fundus uteri pada perut ibu hamil
A A Ukuran Teks16px

Kesehatan janin di dalam rahim perlu dipantau secara berkala melalui kontrol kehamilan setiap bulan. Pemeriksaan rutin ini bertujuan agar dokter dapat memastikan pertumbuhan janin sesuai dengan usia kehamilan.

Salah satu parameter yang digunakan adalah tinggi fundus uteri (TFU). TFU merupakan jarak antara bagian atas rahim hingga tulang kemaluan perempuan.

>>> Jetour T1 Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Mulai Rp388 Juta

Pengukuran TFU biasanya mulai diterapkan saat kehamilan memasuki usia 20 minggu.

Petugas medis memanfaatkan ukuran ini untuk memverifikasi usia kehamilan serta mendapatkan informasi mengenai ukuran, pertumbuhan, dan posisi janin.

Setelah melewati usia 20 minggu, ukuran TFU dalam sentimeter biasanya mendekati angka usia kehamilan. Misalnya, ibu hamil 24 minggu umumnya memiliki TFU sekitar 24 sentimeter.

Tim medis menentukan TFU dengan mencari posisi simfisis pubis dan fundus melalui rabaan pada perut.

Simfisis pubis adalah sendi tulang rawan di antara tulang kemaluan, sedangkan fundus adalah bagian atas rahim.

Cara Mengukur TFU

Ada tiga cara yang sering digunakan dokter untuk mengukur TFU sesuai usia kehamilan.

Pertama, menggunakan caliper. Ibu hamil berbaring telentang, lalu petugas meraba perut untuk menemukan batas atas tulang kemaluan dan puncak rahim.

>>> Link DANA Kaget 7 Juni 2026: Klaim Saldo Gratis Sebelum Habis

Satu cabang caliper diletakkan sekitar 0,75 cm di bawah batas atas tulang kemaluan, cabang lainnya di batas teratas fundus sejajar garis tengah perut, lalu jarak dicatat dalam sentimeter.

Kedua, menggunakan pita ukur. Pemeriksaan dilakukan saat perut tidak berkontraksi.

Petugas melakukan palpasi untuk mengidentifikasi fundus uteri.

Pita ukur diletakkan dari bagian atas fundus hingga bagian atas simfisis pubis sepanjang sumbu longitudinal uterus, kemudian hasilnya dicatat pada grafik.

Ketiga, menggunakan metode jari.

Ibu hamil berbaring telentang, petugas menghitung lebar jari posisi bagian atas rahim di bawah atau di atas pusar.

>>> Prabowo Instruksikan Peminjaman Aset Kementerian untuk Sekolah Rakyat

Pada trimester kedua (usia 15-27 minggu), lebar jari rahim idealnya naik sekitar 6 lebar jari, atau dua lebar jari setiap bulan.

Penyebab TFU Tidak Sesuai Standar

Ukuran TFU terkadang lebih besar dari perkiraan usia kehamilan.

Faktor pemicunya meliputi salah perkiraan tanggal lahir, penambahan berat badan berlebih, diabetes gestasional, janin besar secara genetik, kehamilan kembar, cairan ketuban terlalu banyak, otot perut kendur, fibroid rahim, variasi postur, posisi bayi sungsang, kandung kemih penuh, atau sembelit.

Sebaliknya, TFU yang terlalu kecil bisa disebabkan oleh prediksi hari perkiraan lahir kurang akurat, faktor genetik orang tua bertubuh kecil, nutrisi buruk, berat badan ibu rendah, gangguan kromosom pada janin, masalah plasenta, atau riwayat penyakit ibu seperti hipertensi, anemia, infeksi, diabetes, penyakit ginjal, paru-paru, jantung, serta bentuk tubuh ibu yang kecil.

Penanganan TFU Tidak Sesuai

Dokter akan memberikan penanganan khusus agar TFU kembali sesuai standar usia kehamilan.

Untuk TFU terlalu besar, ibu hamil disarankan tetap aktif berolahraga guna menekan risiko makrosomia janin, menjaga penambahan berat badan ideal sekitar 11-16 kilogram, serta mengontrol kadar gula darah bagi penderita diabetes.

Sementara untuk TFU terlalu kecil, penanganan berfokus pada konsumsi makanan sehat seimbang kaya protein dan pemenuhan hidrasi.

>>> SEGA Rilis Game Stranger Than Heaven Januari 2027, Hadirkan Tupac Shakur

Ibu hamil wajib menghindari rokok dan alkohol, mengelola stres, tidur cukup, rutin berjalan kaki atau yoga, serta tidak melewatkan jadwal pemeriksaan kandungan.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru