Tambahan beban berupa Universal Service Obligation (USO) dan PNBP menjadikan sektor ini salah satu yang tertinggi beban fiskalnya.
Kebutuhan Investasi dan Kepastian Regulasi
Kebutuhan investasi pengembangan 5G berdasarkan data Global System for Mobile Communications Association (GSMA) mencapai US$18 miliar atau sekitar Rp324 triliun.
Angka ini bahkan diproyeksikan dapat menyentuh US$50 miliar atau sekitar Rp900 triliun hingga 2030.
>>> KPK Tetapkan Silmy Karim Tersangka Dugaan Korupsi Izin Tinggal WNA
"Tidak adanya skema insentif fiskal yang setara dengan negara-negara peers (Korea Selatan, Singapura, Malaysia) membuat IRR proyek 5G di Indonesia kurang menarik bagi investor pasar modal," katanya.
Tantangan pembiayaan kian berat karena rata-rata pendapatan per pengguna (ARPU) seluler di Indonesia masih berkisar Rp36.000 hingga Rp42.000 per bulan.
Nilai tersebut hanya sepertiga dari ARPU Malaysia dan seperdelapan dari ARPU Singapura, sehingga investasi membutuhkan volume pelanggan sangat besar.
Dari sisi tata kelola, ketidakpastian jadwal pelelangan frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz menyulitkan operator dalam menyusun rencana belanja modal jangka panjang.
Proses refarming spektrum dan skema kompensasi migrasi C-band dari empat operator satelit nasional juga belum final.
Teguh turut menyoroti belum jelasnya regulasi terkait jaringan privat 5G (private 5G network), mulai dari skema perizinan hingga alokasi frekuensi nonpublik.
Kerangka aturan di Indonesia dinilai belum sejelas aturan di Jerman dan Jepang.
Kesiapan SDM dan Ekosistem
Berdasarkan proyeksi Bappenas dan McKinsey, kebutuhan talenta digital nasional diperkirakan mencapai 9 juta orang hingga 2030.
Namun, Indonesia masih kekurangan tenaga ahli pada bidang network slicing, Open RAN, edge computing, serta integrasi IT/OT.
Program pengembangan talenta yang berjalan seperti ZTE 5G Rising Star, Nokia 5G Academy, serta kolaborasi dengan ITB, ITS, dan UI baru mencakup sebagian kecil kebutuhan.
Vendor dan system integrator berkemampuan Industry 4.0 juga masih terpusat di Jabodetabek.
>>> Raymond dan Nikolaus Lolos ke Final Indonesia Open 2026
"Meskipun terdapat SNI IoT yang sudah berjalan, harmonisasi antar K/L dan industri vertikal masih dalam proses, mempersulit skalabilitas solusi," kata Teguh.