⌂ Beranda News AS dan Iran Kembali Saling Serang di Selat Hormuz, Perundingan Damai Terancam

AS dan Iran Kembali Saling Serang di Selat Hormuz, Perundingan Damai Terancam

AS dan Iran Kembali Saling Serang di Selat Hormuz, Perundingan Damai Terancam
Ilustrasi konflik militer AS dan Iran di Selat Hormuz
A A Ukuran Teks16px

Pasukan militer Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali terlibat aksi saling serang di kawasan Selat Hormuz pada sepekan terakhir hingga Minggu (7/6).

Aksi ini menandai kemunduran serius dalam perundingan damai kedua belah pihak dan memicu kekhawatiran baru atas stabilitas jalur pelayaran maritim internasional.

>>> Prabowo Teken PP Ekspor Satu Pintu Komoditas SDA Strategis Lewat BUMN

Kronologi Serangan

Komando Sentral AS (Centcom) mengumumkan telah menembak jatuh dua pesawat nirawak Iran di Selat Hormuz pada Minggu (7/6).

Sebelumnya, pada Jumat, AS mencegat enam rudal balistik yang mengarah ke Bahrain dan Kuwait.

Sebagai balasan, militer AS langsung menggempur situs radar pengawas pantai milik Iran di Goruk dan Pulau Qeshm guna menetralisir ancaman.

Rencana Pengalihan Aset Iran

Di Washington, pemerintahan Donald Trump menggulirkan rencana pengalihan aset finansial Iran yang dibekukan di AS senilai US$24 miliar.

Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk mendanai rekonstruksi wilayah sekutu di Teluk Persia.

>>> Timnas Mesir Targetkan Lolos ke Babak Gugur Piala Dunia 2026

Langkah kontroversial ini berisiko membekukan proses negosiasi perpanjangan gencatan senjata, mengingat Teheran bersikeras meminta pencairan aset tersebut sebagai syarat pembukaan kembali Selat Hormuz.

Pernyataan Trump

Presiden AS Donald Trump mengakui bahwa Iran masih memiliki sebagian kemampuan militer meskipun telah menerima serangkaian serangan dari pasukan Amerika.

"Itu masih banyak rudal, tetapi tidak sebanyak ketika kami pertama kali menyerang," kata Trump kepada jaringan televisi tersebut saat berkunjung ke Wisconsin.

Trump juga menambahkan bahwa penutupan jalur strategis Selat Hormuz telah memicu lonjakan harga minyak global yang kini bertengger di kisaran US$96 per barel.

"Orang-orang mengira situasinya akan jauh lebih buruk," ujarnya kepada wartawan.

>>> Jadwal Commuter Line Solo Jogja Rute Palur Yogyakarta 7 Juni 2026

Sebelumnya pada hari yang sama, Trump sempat mengklaim kemajuan dalam menekan ambisi pertahanan Teheran di kawasan Teluk.

"Mereka tidak berada dalam posisi untuk memiliki senjata nuklir," kata Trump kepada wartawan.

Ketegangan Regional

Di tengah situasi yang memanas, ketegangan regional diperparah oleh penolakan milisi Hizbullah terhadap draf gencatan senjata dengan Israel yang dimediasi oleh Departemen Luar Negeri AS.

Iran menegaskan komitmennya untuk mendukung milisi regional dan menuntut penyelesaian konflik di Lebanon sebelum kesepakatan dengan Washington dapat dicapai.

"Bola kini berada di tangan Trump," kata seorang penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei kepada CNN.

>>> Xiaomi 15 Tawarkan Spesifikasi Kompetitif dengan Harga Mulai Rp12,5 Juta

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi telah tiba di Teheran untuk menyampaikan pesan khusus dari Panglima Angkatan Darat Pakistan Asim Munir kepada Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru