canda Maja Chwalinska di atas lapangan.
Chwalinska mengakui keunggulan lawannya yang tampil lebih dominan dari garis belakang pada set kedua.
Meski gagal menyamai torehan Emma Raducanu sebagai juara Grand Slam dari jalur kualifikasi, perjalanan tiga pekan di Paris menjadi momen paling berharga dalam karier profesionalnya.
>>> Portugal Uji Coba Lawan Cile di Oeiras, Martinez Fokus ke Performa Tim
"I will not forget these three weeks. Paris will stay forever with me in my heart," ucap Maja Chwalinska.
Petenis Polandia itu juga memberikan pujian langsung kepada Andreeva saat berhadapan di net sebelum penyerahan piala dilakukan.
Pertandingan final ini turut disaksikan oleh sejumlah figur publik ternama seperti aktor Brad Pitt dan musisi Flea.
"Tu es tellement jeune et tellement talentueuse, c’est énervant," kata Maja Chwalinska.
Kendati pertandingan berakhir relatif cepat, kualitas permainan di partai final ini sempat menuai kritik dari pengamat tenis.
Mantan juara Grand Slam tujuh kali, Justine Henin, memberikan catatannya mengenai jalannya laga puncak tunggal putri tersebut kepada media Prancis.
"J’aurais envie que vous puissiez voir un meilleur match mais Mirra était tout simplement trop forte. Donc j’imagine que c’est sa faute!"
kelakar Maja Chwalinska kepada para penonton.
Dengan berakhirnya sektor putri, fokus turnamen kini beralih ke sektor tunggal putra.
>>> Sinar Mas Land Resmi Luncurkan Wander Alley Walk di BSD City
Partai final putra yang mempertemukan petenis Italia Flavio Cobolli dan wakil Jerman Alexander Zverev akan menjadi laga penutup dalam rangkaian kompetisi Roland Garros tahun ini.