Sinar Mas Land resmi meluncurkan produk komersial terbaru bernama Wander Alley Walk di kawasan Transit-Oriented Development (TOD) Intermoda BSD City, Tangerang, pada Sabtu (6/6/2026).
Langkah ini diambil untuk menangkap peluang tingginya mobilitas masyarakat urban dan kebutuhan ruang usaha yang terintegrasi dengan transportasi publik.
>>> Belgia Hajar Tunisia 3-0 dalam Laga Uji Coba
Pengembangan produk ini memanfaatkan potensi arus komuter yang besar.
Sepanjang tahun 2025, jumlah penumpang di Terminal Bus dan Stasiun Cisauk di dalam kawasan TOD Intermoda mencapai 9.268.476 orang.
Desain dan Spesifikasi
Wander Alley Walk dibangun di atas lahan seluas 3 hektare, tepat di sisi depan Jalan BSD Raya Utama ROW 22.
Setiap unit ruko memiliki dua hingga tiga lantai dengan lebar bervariasi, mulai dari 4,5 x 9 meter hingga 6 x 9 meter.
>>> KKP Genjot Swasembada Garam Lewat K-SIGN Rote Ndao
Desainnya digarap oleh konsultan lanskap internasional asal Singapura, Siura Studio.
Kawasan ini mengusung arsitektur modern dengan langit-langit tinggi dan sebagian unit dilengkapi fasilitas dua muka untuk memaksimalkan visibilitas bisnis.
Area komersial ini terhubung dengan retail lifestyle hub Wander Alley, menyediakan area parkir berkapasitas lebih dari 400 kendaraan, serta dikelilingi area residensial padat seperti ICON, Avani, dan Casa De Parco.
>>> Armenia Jamu Kazakhstan dalam Laga Persahabatan di Yerevan
Anna Budiman, CEO Commercial BSD Sinar Mas Land, mengatakan peluncuran ini merupakan wujud komitmen menghadirkan fasilitas perkotaan yang adaptif.
Produk ini menawarkan prospek investasi menarik dengan captive market yang telah terbentuk dan lokasi strategis di jantung BSD City.
Pada penjualan tahap pertama, Wander Alley Walk dipasarkan dalam jumlah terbatas, hanya 64 unit dengan harga mulai dari Rp1,9 miliaran.
Aksesibilitas menuju lokasi sangat baik, hanya 5 menit dari gerbang Tol BSD Timur 1.
>>> Sakit Pinggang Jelang Tidur Belum Tentu Gejala Saraf Kejepit
Kawasan ini juga terhubung langsung ke jaringan Tol Serpong–Balaraja Seksi 1A dan 1B, serta Tol Jakarta–Serpong yang terintegrasi dengan JORR 1 dan JORR 2.