⌂ Beranda News Pahami Tahap Parallel Play untuk Optimalkan Tumbuh Kembang Anak

Pahami Tahap Parallel Play untuk Optimalkan Tumbuh Kembang Anak

Pahami Tahap Parallel Play untuk Optimalkan Tumbuh Kembang Anak
Anak balita sedang bermain paralel dengan mainan di dekat teman sebaya
A A Ukuran Teks16px

>>> Netflix Tunjuk Jay Hoag sebagai Ketua Dewan Direksi Baru

"Berikan mainan yang serupa sehingga mereka dapat melakukan aktivitas yang sama pada waktu yang sama. Dengan begitu, mereka dapat mulai mengembangkan hubungan yang lebih interaktif," pesan Burgert.

Selain menyediakan mainan sejenis, orang tua disarankan memfasilitasi playdate atau kegiatan kelompok di sekolah dan daycare.

Melakukan rotasi mainan secara berkala juga efektif memicu cara bermain baru pada anak.

Kendati demikian, anak tetap membutuhkan waktu untuk bermain sendiri. Hal ini agar mereka tidak merasa kelelahan akibat stimulasi sosial yang terus-menerus.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Ahli?

Kecenderungan anak yang lebih memilih bermain sendiri tanpa interaksi terkadang menimbulkan kekhawatiran mengenai gangguan perkembangan seperti autisme.

Praktisi pendidikan anak usia dini, Maria Shaheen, PhD, mengonfirmasi bahwa anak dalam spektrum autisme memang menyukai pola permainan berulang dan kesulitan dalam permainan imajinatif.

Namun, preferensi bermain semata tidak dapat dijadikan landasan tunggal untuk menegakkan diagnosis medis.

"Autism Spectrum Disorder (ASD) maupun ADHD tidak dapat dan tidak boleh didiagnosis hanya berdasarkan keterampilan bermain semata," kata Felman.

"Anak kadang mungkin ingin bermain sendiri. Beberapa tipe kepribadian juga lebih menyukai kesendirian dibandingkan yang lain," tambah Shaheen.

>>> Transmart Gelar Full Day Sale 7 Juni 2026, Diskon Kulkas hingga TV

Faktor lain seperti sifat pemalu, kurangnya pengalaman sosial, atau kondisi overstimulasi juga bisa memengaruhi kenyamanan anak di tempat ramai.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru