⌂ Beranda News Airlangga Targetkan Ratifikasi IEU-CEPA Rampung Semester II 2026

Airlangga Targetkan Ratifikasi IEU-CEPA Rampung Semester II 2026

Airlangga Targetkan Ratifikasi IEU-CEPA Rampung Semester II 2026
Airlangga Hartarto bertemu Komisioner Perdagangan Uni Eropa
A A Ukuran Teks16px

Proses ratifikasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) ditargetkan rampung pada semester II 2026.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai bertemu Komisioner Perdagangan Uni Eropa Maros Sefcovic di Brussel, Belgia.

>>> BI Naikkan Remunerasi Dana Pemerintah untuk Tekan Beban Bunga Utang

Pertemuan berlangsung di sela Brussels Economic Security Forum pada Jumat (5/6/2026). Kedua pihak membahas langkah lanjutan agar ratifikasi sesuai jadwal.

"Kami menargetkan proses ratifikasi IEU-CEPA dapat diselesaikan pada semester II 2026 sehingga implementasinya dapat dimulai pada awal 2027," ujar Airlangga.

Airlangga dan Sefcovic sepakat mendorong penyelesaian tahapan krusial. Pertemuan juga membahas rencana kunjungan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Sefcovic ke Jakarta.

>>> Quick Share Jadi Solusi Praktis Transfer File Android ke Windows

IEU-CEPA menjadi instrumen penting memperkuat hubungan ekonomi Indonesia-Uni Eropa. Percepatan ratifikasi menjadi prioritas agar dampak positif segera dirasakan pelaku usaha.

Keuntungan IEU-CEPA

Salah satu keuntungan utama adalah penghapusan tarif perdagangan hingga 98 persen pos tarif.

Fasilitas tarif nol persen ini membuka akses pasar lebih lebar bagi produk ekspor Indonesia di Uni Eropa.

Kebijakan itu diproyeksikan mendongkrak daya saing komoditas lokal dan menyokong pertumbuhan ekspor nasional. Selain IEU-CEPA, kedua pejabat membahas implementasi program Global Gateway Uni Eropa.

>>> Menkeu Purbaya Koordinasi dengan BI Stabilkan Rupiah Demi Pedagang Tahu Tempe

Program Global Gateway dirancang mendukung proyek strategis, termasuk investasi dan pengembangan sektor mineral kritis. Sektor ini prospektif karena Indonesia mengintensifkan hilirisasi sumber daya alam.

Uni Eropa membutuhkan pasokan mineral strategis untuk transisi energi dan ekspansi industri teknologi hijau. Sinergi ini diharapkan memenuhi kebutuhan kedua kawasan.

"Kami juga membahas peluang kerja sama investasi melalui berbagai program strategis, termasuk pengembangan sektor mineral kritis," pungkas Airlangga.

>>> PT Alun Indah Resmikan Service Point Mercedes-Benz di Lampung

Melalui pertemuan ini, Indonesia dan Uni Eropa menegaskan komitmen memperdalam kemitraan ekonomi. Ratifikasi pada semester II 2026 akan menjadi tonggak sebelum perjanjian diterapkan penuh pada awal 2027.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru